Tobias Ginanjar Sayidina saat memberikan sosialisasi Perda Kewirausahaan Jawa Barat kepada pelaku UMKM.

Tobias Ginanjar Sayidina Soroti Tantangan UMKM Desa, Usulkan Akses Permodalan KMP

oleh


BANDUNGTobias Ginanjar Sayidina, S.A.P., Anggota DPRD Jawa Barat, menegaskan pentingnya dukungan menyeluruh bagi wirausaha di tingkat desa agar mampu bertahan dan berkembang. Ia menyebutkan, pertumbuhan usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) di Jabar terus meningkat, namun tantangan digitalisasi dan standarisasi produk masih menjadi hambatan besar.

Menurut Tobias, Pemerintah Provinsi Jawa Barat telah memiliki Peraturan Daerah Nomor 6 Tahun 2019 tentang Kewirausahaan sebagai payung hukum bagi wirausaha. “Sosialisasi perda ini akan memberikan dukungan dan dorongan bagi keberlangsungan wirausaha, khususnya pelaku UMKM di daerah,” ujarnya.

Ia mencontohkan pelaku usaha muda yang membudidayakan lobster atau ibu-ibu penjual gorengan keliling yang masih kesulitan mengakses pelatihan digital. “Kalau mereka usaha sendiri tanpa komunitas atau sistem, tidak akan berkembang. Kita perlu merangkul mereka agar bisa maju bersama,” jelasnya.

Tobias Ginanjar Sayidina berdialog dengan pelaku usaha desa terkait akses permodalan koperasi.

Pentingnya Standarisasi Produk

Selain pelatihan digital, Tobias menekankan kebutuhan standarisasi produk sebagai langkah mendesak agar UMKM dapat menembus pasar lebih luas. Perizinan, PIRT, dan label halal menjadi syarat penting yang harus dipenuhi. “Konsumen pasti melihat ada PIRT dan label halalnya atau tidak. Kita tidak mungkin membeli produk yang belum memenuhi kualifikasi,” tegasnya.

Ia menilai komunitas seperti Mitra Sehati dapat menjadi wadah pendampingan UMKM, mulai dari pelatihan pemasaran digital hingga pemenuhan standar keamanan produk.

Wirausaha Jabar Tahan Banting

Tobias optimistis wirausaha di Jawa Barat relatif kuat karena budaya gotong royong masyarakat dan besarnya jumlah penduduk yang menjadi pasar potensial. “Budaya gotong royong kita sangat baik, penduduk Jawa Barat banyak, produk makanan apa pun bisa laku asalkan kualitasnya ditingkatkan,” katanya.

Tobias – Koperasi untuk Permodalan

Tobias juga menekankan pentingnya akses permodalan melalui koperasi. Ia mendukung program Presiden Prabowo Koperasi Merah Putih sebagai pionir penguatan wirausaha desa. “Koperasi Merah Putih bisa memberikan akses permodalan untuk pengembangan usaha warga desa,” pungkasnya.

Pelaku UMKM Jawa Barat mendapat pembekalan digitalisasi dan standarisasi produk.


Comments

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *