GerindraJabar — Sekretaris Tani Merdeka Indonesia Jawa Barat sekaligus anggota DPRD Provinsi Jawa Barat Fraksi Gerindra, Dede Kusdinar, menegaskan bahwa petani memiliki peran sentral dalam mewujudkan kedaulatan pangan nasional. Hal ini ia sampaikan saat menghadiri Pendidikan Politik Tani Merdeka di Desa Pasirwangi, Kecamatan Pasirwangi, Garut, Sabtu (2/11/2025). Riwayat kegiatan Dede dapat dilihat di laman Gerindra Jabar.
Kegiatan yang berlangsung pukul 12.00–15.00 WIB ini diikuti oleh Tani Merdeka Jawa Barat, Tani Merdeka Kabupaten Garut, DPC Satria Kabupaten Garut, serta tokoh masyarakat Pasirwangi. Acara ini menjadi ruang penguatan pemahaman politik kebangsaan sekaligus forum penyamaan langkah untuk peningkatan kesejahteraan petani.
Dede menjelaskan bahwa perjuangan Tani Merdeka berakar dari ajaran Prabowoisme yang menekankan kedaulatan rakyat atas tanah, air, dan pangan. Prinsip tersebut selaras dengan arah pembangunan pangan nasional yang juga menjadi fokus Kementerian Pertanian.
Ia menegaskan bahwa petani harus terlibat dalam proses hilirisasi pangan agar nilai tambah ekonomi dapat dirasakan langsung oleh masyarakat desa. Dede mendorong agar pengolahan dan pengemasan hasil panen dilakukan di tingkat desa, sehingga petani tidak lagi bergantung pada tengkulak.
Penguatan Hilirisasi dan Ekonomi Desa
Dalam pemaparannya, Dede Kusdinar menilai Tani Merdeka harus menjadi kekuatan baru dalam mendorong hilirisasi pangan. Ia mencontohkan bahwa program Manajemen Bisnis Garut (MBG) dapat menjadi jembatan kemitraan antara petani, koperasi, dan lembaga distribusi daerah. Pendekatan ini membuka peluang agar kebutuhan dapur industri, termasuk yang terkait program pemerintah, dapat disuplai langsung oleh petani lokal.
Dede menekankan bahwa sinkronisasi antara Tani Merdeka dan MBG akan memperkuat rantai pasok pangan berbasis desa. Dengan jalur distribusi yang terhubung, hasil panen dapat terserap maksimal dan kesejahteraan petani dapat meningkat.

Gerakan Nyata Mensejahterakan Petani
Ketua Tani Merdeka Kabupaten Garut, H. Mamat Acek, menegaskan bahwa Tani Merdeka bukan hanya organisasi formal, melainkan gerakan nyata untuk memperjuangkan hak-hak petani. Ia menyoroti isu harga panen, distribusi pupuk dan benih bersubsidi, serta upaya pemberantasan mafia tanah dan pangan yang masih menjadi tantangan di lapangan.
Menurutnya, petani harus mendapatkan harga yang adil, akses pupuk tepat waktu, serta kepastian lahan yang aman. Ia juga menyampaikan kesiapan Tani Merdeka bekerja sama dengan MBG dan pemerintah daerah untuk memanfaatkan lahan tidur dan meningkatkan kapasitas produksi desa.
Satria Garut Perkuat Dukungan untuk Petani
Ketua DPC Satria Kabupaten Garut, Yudi Darajat, menyampaikan dukungan penuh terhadap gerakan Tani Merdeka. Ia menilai bahwa perjuangan petani adalah perjuangan ideologis yang sejalan dengan semangat kemandirian ekonomi nasional yang kini menjadi arah Presiden Prabowo Subianto.
Yudi menegaskan bahwa pemuda dari barisan Satria siap terlibat dalam penguatan jaringan komunitas desa untuk memperkuat ekonomi rakyat.
Kedaulatan Pangan Dimulai dari Desa
Kegiatan Pendidikan Politik Tani Merdeka di Pasirwangi ini menjadi momentum awal konsolidasi di tingkat akar rumput. Para peserta sepakat bahwa kedaulatan pangan nasional hanya dapat terwujud jika petani ditempatkan sebagai pusat kebijakan pembangunan.
Di akhir kegiatan, Dede mengajak seluruh peserta memperkuat solidaritas serta melanjutkan perjuangan petani sebagai bagian penting dari kedaulatan bangsa.








Leave a Reply