Dede Kusdinar menyampaikan pandangan tentang pelibatan koperasi desa dalam Program Makan Bergizi Gratis.

Dede Kusdinar: MBG Harus Jadi Penggerak Ekonomi Desa, Bukan Sekadar Program Konsumsi

oleh


Program Makan Bergizi Gratis (MBG) dinilai memiliki potensi besar bagi desa, bukan hanya sebagai intervensi gizi, tetapi juga sebagai penggerak ekonomi lokal. Hal itu disampaikan oleh Dede Kusdinar, Anggota DPRD Provinsi Jawa Barat Fraksi Gerindra, dalam sebuah perbincangan publik.

Sebagai mantan kepala desa tiga periode dan pernah memimpin Apdesi Jawa Barat, Dede Kusdinar memahami betul dinamika desa. Ia melihat adanya kegelisahan para kepala desa terkait efisiensi dana desa. Namun, menurutnya, perubahan arah kebijakan tersebut perlu dipahami sebagai reposisi strategi, bukan sekadar pengurangan anggaran.

Efisiensi sebagai Reorientasi Ekonomi Desa

Dede Kusdinar menilai desa tidak boleh terus bergantung pada pembangunan fisik semata. Ia mendorong kepala desa untuk membaca peluang ekonomi baru yang muncul dari program nasional, termasuk MBG.

Menurutnya, satu dapur MBG yang melayani sekitar 3.000 siswa dengan estimasi Rp10.000 per porsi dapat menghasilkan perputaran dana hingga ratusan juta rupiah setiap bulan. Angka tersebut menunjukkan bahwa MBG bukan hanya soal distribusi makanan, tetapi juga peluang rantai pasok yang dapat dikelola desa.

Namun, ia mengingatkan agar peluang tersebut tidak terpusat pada segelintir pihak. Desa harus dilibatkan secara sistematis, terutama melalui Koperasi Desa Merah Putih (KDMP) sebagai pemasok kebutuhan dapur, mulai dari beras, sayur, ikan, hingga telur.

Kolaborasi, Bukan Monopoli

Dalam pandangannya, keberhasilan MBG justru akan semakin kuat jika melibatkan ekosistem desa. Karena itu, Dede Kusdinar mengingatkan pentingnya kolaborasi antara pengelola dapur dan koperasi desa.

Ia menilai, semangat program ini adalah pemerataan manfaat. Jika koperasi desa diberi ruang menjadi supplier resmi, maka perputaran ekonomi akan kembali ke masyarakat setempat. Di sisi lain, pemerintah daerah melalui dinas terkait perlu menyiapkan regulasi dan mekanisme yang jelas agar kerja sama berjalan sehat dan transparan.

Dede Kusdinar Soal MBG: Menuju Desa Mandiri

Bagi Dede Kusdinar, momentum MBG dapat menjadi titik balik kemandirian desa. Ia mengingatkan agar masyarakat tidak hanya menjadi penonton ketika distribusi logistik berlangsung di wilayahnya.

Program strategis nasional, menurutnya, harus mampu membuka ruang partisipasi ekonomi warga. Dengan pendekatan yang inklusif dan tata kelola yang baik, MBG berpotensi menjadi penguat ekonomi desa sekaligus menjaga tujuan utamanya: peningkatan kualitas gizi generasi muda.

Melalui pandangan ini, Dede Kusdinar menegaskan bahwa kritik bukanlah bentuk penolakan, melainkan upaya memastikan program berjalan lebih adil, kolaboratif, dan berdampak luas.


Comments

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *