Anggota DPRD Provinsi Jawa Barat Dapil Kota Depok–Bekasi, Pradi Supriatna, melaksanakan kegiatan Sosialisasi dan Pengawasan Penyelenggaraan Pemerintahan Tahun Anggaran 2026 di kediaman KH. Roby Dongkal, Kelurahan Sukatani, Kecamatan Tapos, Depok, Sabtu (21/02/2026). Kegiatan tersebut dirangkai dengan silaturahmi dan buka puasa bersama tokoh agama serta warga setempat.
Dalam suasana kebersamaan, Pradi menegaskan bahwa pembangunan daerah tidak bisa berjalan sendiri. Menurutnya, kolaborasi antara ulama, tokoh masyarakat, dan pemerintah menjadi fondasi penting dalam membangun Kota Depok yang inklusif dan harmonis.
Pradi dan Ulama: Kebersamaan sebagai Kekuatan Pembangunan
Pradi menjelaskan bahwa peran ulama dan tokoh masyarakat sangat strategis dalam menjaga keseimbangan sosial. Karena itu, komunikasi dan koordinasi harus terus diperkuat agar kebijakan pemerintah benar-benar menjawab kebutuhan warga.
Ia juga memaparkan sejumlah dinamika kebijakan daerah, termasuk peran kepala daerah dalam mendukung percepatan pembangunan serta alokasi anggaran Rp300 juta per RW. Menurutnya, transparansi dan evaluasi program menjadi kunci agar pembangunan berjalan efektif.
Aspirasi Warga dan Akses Pendidikan
Selain membahas pembangunan wilayah, Pradi Supriatna menyampaikan informasi terkait kebijakan pendidikan, termasuk pembukaan Program Rintisan Sekolah Swasta Gratis (RSSG) untuk jenjang SMP/MTs tahun ajaran 2026/2027 di Kota Depok. Program ini diharapkan dapat memperluas akses pendidikan bagi masyarakat.
Dalam sesi dialog, Pradi menerima berbagai masukan dari warga yang hadir. Ia menilai ruang komunikasi seperti ini penting untuk memastikan kebijakan tidak terputus dari aspirasi masyarakat.
Sementara itu, KH. Roby Dongkal menyampaikan apresiasi atas konsistensi Pradi dalam mendukung kegiatan keagamaan dan sosial kemasyarakatan sejak lama. Harapannya, komitmen tersebut terus terjaga dalam membangun Depok berbasis kebersamaan dan nilai keagamaan.
Melalui kegiatan ini, Pradi menegaskan bahwa membangun Kota Depok membutuhkan kerja bersama. Sinergi antara ulama, masyarakat, dan pemerintah menjadi jalan untuk menghadirkan pembangunan yang berkelanjutan dan berpihak pada warga.








Leave a Reply