Prasetyawati menilai sistem pemilahan sampah di Cimahi efektif menekan volume sampah

Prasetyawati Apresiasi Sistem Pemilahan Sampah di Cimahi

oleh


gerindrajabar.id — Sistem pemilahan sampah di Cimahi terbukti mampu menekan volume sampah yang dikirim ke Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Sarimukti. Penerapan pemilahan sejak dari sumber menjadi kunci dalam pengelolaan sampah yang lebih terstruktur. Anggota Komisi IV DPRD Jawa Barat, Prasetyawati, menilai model tersebut layak diapresiasi karena menunjukkan hasil yang nyata di lapangan.

Produksi sampah di Kota Cimahi tercatat mencapai sekitar 230 ton per hari. Namun, melalui sistem pemilahan sampah di Cimahi, volume sampah yang dikirim ke TPA Sarimukti berhasil ditekan hingga sekitar 110 ton per hari sejak diberlakukannya status darurat sampah.

Pemilahan Sampah Dimulai dari Sumber

Penerapan sistem pemilahan dilakukan hingga tingkat Rukun Warga (RW). Masyarakat membuang sampah organik dan anorganik pada hari yang berbeda sehingga pemilahan sudah dimulai dari sumbernya.

Prasetyawati memandang pendekatan ini efektif karena memudahkan proses pengolahan di tahap berikutnya. Dengan sistem yang terstruktur, pengelolaan sampah menjadi lebih efisien.

Pengolahan Bernilai Ekonomis

Komisi IV DPRD Jawa Barat juga meninjau Tempat Pengolahan Sampah Reduce, Reuse, Recycle (TPS3R). Sampah organik diolah menjadi pakan maggot, sedangkan sampah anorganik seperti plastik diproses menjadi biji plastik bernilai ekonomis.

Pola ini tidak hanya mengurangi volume sampah, tetapi juga memberikan manfaat ekonomi tambahan bagi masyarakat sekitar.

Soroti Pemanfaatan Teknologi

Di sisi lain, Prasetyawati menyoroti belum optimalnya penggunaan insinerator di Kota Cimahi. Hal ini berkaitan dengan regulasi Kementerian Lingkungan Hidup terkait larangan pembakaran sampah serta potensi emisi berbahaya.

Menurutnya, teknologi tersebut masih dapat dimanfaatkan melalui pengujian dan penyempurnaan agar memenuhi standar keamanan lingkungan.

Komisi IV DPRD Jawa Barat menegaskan komitmennya untuk terus mengawal peningkatan kapasitas pengelolaan sampah di daerah, termasuk penguatan teknologi, pelatihan TPS3R, serta peningkatan kesadaran masyarakat dalam menghadapi darurat sampah.


Comments

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *