gerindrajabar.id — Kesiapan layanan air bersih menjelang musim kemarau kembali menjadi perhatian DPRD Provinsi Jawa Barat. Anggota DPRD Jawa Barat dari Panitia Khusus (Pansus) XI, Abdul Karim, melakukan kunjungan kerja ke Perumda Tirta Darma Ayu Kabupaten Indramayu untuk meninjau kesiapan perusahaan daerah tersebut dalam menjaga pasokan air bersih bagi masyarakat.
Kunjungan tersebut dilakukan sebagai bagian dari fungsi pengawasan DPRD terhadap pengelolaan sumber daya air dan pelayanan publik. Dalam kegiatan itu, Pansus XI meninjau kesiapan infrastruktur, kapasitas distribusi, serta berbagai langkah antisipasi yang telah disiapkan untuk menghadapi musim kemarau.
Menurut Abdul Karim, ketersediaan air bersih merupakan kebutuhan dasar masyarakat yang harus menjadi prioritas dalam pelayanan publik.
Musim Kemarau Perlu Diantisipasi Sejak Dini
Abdul Karim menilai musim kemarau sering kali menjadi tantangan bagi sejumlah wilayah di Kabupaten Indramayu, terutama daerah yang rentan mengalami kekeringan.
Karena itu, langkah mitigasi perlu dilakukan sejak dini agar pasokan air bersih tetap terjaga dan pelayanan kepada masyarakat tidak terganggu.
Menurutnya, kesiapan menghadapi musim kemarau tidak hanya bergantung pada ketersediaan sumber air, tetapi juga pada efektivitas sistem distribusi dan kemampuan pengelola dalam merespons berbagai potensi kendala.
Perkuat Infrastruktur dan Distribusi Air
Dalam kunjungan tersebut, Abdul Karim menyoroti pentingnya penguatan infrastruktur layanan air bersih sebagai bagian dari upaya meningkatkan kualitas pelayanan.
Peningkatan kapasitas sumber air baku, pembenahan jaringan distribusi, dan penguatan sistem pelayanan dinilai menjadi langkah penting untuk memastikan kebutuhan masyarakat tetap terpenuhi selama musim kemarau.
Selain itu, pengelola layanan air minum juga didorong untuk terus melakukan inovasi dalam menghadapi berbagai tantangan yang muncul akibat perubahan kondisi cuaca.
Dorong Sinergi Antar Pemangku Kepentingan
Abdul Karim menegaskan bahwa persoalan layanan air bersih memerlukan kolaborasi yang kuat antara pemerintah provinsi, pemerintah kabupaten, dan perusahaan daerah air minum.
Menurutnya, sinergi yang baik akan membantu menciptakan solusi yang lebih komprehensif dalam menjaga ketersediaan air bersih bagi masyarakat.
Melalui kerja sama yang berkelanjutan, berbagai persoalan yang berkaitan dengan pengelolaan air dapat ditangani secara lebih efektif dan tepat sasaran.
Hasil Pengawasan Jadi Bahan Evaluasi
Selain meninjau kesiapan menghadapi musim kemarau, Pansus XI DPRD Jawa Barat juga berdialog dengan jajaran Perumda Tirta Darma Ayu mengenai berbagai tantangan yang dihadapi dalam pengelolaan layanan air bersih.
Pembahasan mencakup kebutuhan pengembangan infrastruktur, peningkatan kapasitas pelayanan, hingga strategi menjaga kualitas layanan kepada pelanggan.
Abdul Karim menyampaikan bahwa hasil kunjungan tersebut akan menjadi bahan evaluasi dan masukan bagi DPRD Jawa Barat dalam mendorong kebijakan yang mendukung penguatan layanan air bersih di daerah.
Ia berharap kesiapsiagaan yang dilakukan Perumda Tirta Darma Ayu dapat memastikan masyarakat tetap memperoleh akses air bersih yang aman dan berkelanjutan selama musim kemarau berlangsung.








Leave a Reply