Dede Kusdinar Serap Aspirasi Masyarakat di Kabupaten Garut

Dede Kusdinar Sebut Embung Desa Solusi Hadapi Kemarau dan Banjir di Garut

oleh


gerindrajabar.id — Ketersediaan air menjadi salah satu kebutuhan penting bagi masyarakat pedesaan, terutama di daerah yang mengandalkan sektor pertanian sebagai penggerak ekonomi. Karena itu, Anggota Fraksi Partai Gerindra DPRD Jawa Barat dari Daerah Pemilihan Kabupaten Garut, Dede Kusdinar, menilai pembangunan embung desa perlu menjadi perhatian dalam pengembangan infrastruktur dasar di wilayah pedesaan.

Menurut Dede, aspirasi terkait pembangunan embung desa banyak disampaikan masyarakat saat kegiatan pengawasan penyelenggaraan pemerintahan yang dilaksanakan di sejumlah desa di Kabupaten Garut pada awal Juni 2026. Warga berharap pemerintah dapat menghadirkan sarana penampungan air yang mampu membantu kebutuhan pertanian sekaligus mengatasi persoalan kekeringan saat musim kemarau.

Infrastruktur Pengairan Jadi Kebutuhan Mendesak

Kabupaten Garut dikenal sebagai salah satu daerah dengan sektor pertanian yang cukup kuat di Jawa Barat. Karena itu, ketersediaan air menjadi faktor penting dalam menjaga produktivitas lahan pertanian dan mendukung ketahanan pangan masyarakat.

Dede menilai pembangunan infrastruktur pengairan harus menjadi bagian dari prioritas pembangunan daerah. Selain jalan dan sarana pendukung lainnya, masyarakat juga membutuhkan fasilitas yang mampu menjamin ketersediaan air sepanjang tahun.

Menurutnya, aspirasi yang berkembang di masyarakat menunjukkan bahwa kebutuhan akan sarana pengairan masih cukup tinggi, terutama di wilayah yang kerap mengalami kekurangan air saat musim kemarau.

Apa Itu Embung Desa?

Embung desa merupakan bangunan penampung air berukuran relatif kecil yang dibangun untuk menampung air hujan maupun aliran permukaan. Air yang tersimpan kemudian dapat dimanfaatkan sebagai cadangan saat musim kemarau, terutama untuk kebutuhan pertanian, peternakan, maupun kebutuhan masyarakat lainnya.

Keberadaan embung juga memiliki fungsi penting dalam pengelolaan sumber daya air. Selain menyimpan cadangan air, embung dapat membantu mengurangi limpasan air saat hujan deras sehingga berkontribusi dalam pengendalian banjir di wilayah sekitar.

Karena manfaatnya yang cukup besar, embung desa menjadi salah satu infrastruktur yang banyak dibutuhkan oleh daerah-daerah berbasis pertanian.

Solusi Hadapi Kemarau dan Banjir

Dede menjelaskan bahwa embung desa tidak hanya bermanfaat saat musim kemarau. Pada musim penghujan, sarana tersebut juga dapat berfungsi sebagai penampung air untuk mengurangi risiko genangan dan banjir.

Dengan fungsi ganda tersebut, pembangunan embung dinilai mampu memberikan manfaat jangka panjang bagi masyarakat desa. Selain mendukung aktivitas pertanian, keberadaan embung juga dapat memperkuat kesiapsiagaan daerah dalam menghadapi perubahan cuaca yang semakin tidak menentu.

Menurutnya, pembangunan embung harus disesuaikan dengan kebutuhan wilayah serta kondisi geografis masing-masing desa agar manfaatnya dapat dirasakan secara optimal.

Prioritaskan Wilayah Rawan Kekeringan

Kabupaten Garut saat ini memiliki 421 desa yang tersebar di berbagai wilayah. Namun, keterbatasan anggaran membuat pembangunan infrastruktur harus dilakukan secara bertahap dan berdasarkan skala prioritas.

Karena itu, Dede menilai desa-desa yang rawan mengalami kekeringan perlu menjadi prioritas dalam program pembangunan embung desa. Langkah tersebut dinilai penting agar masyarakat yang paling membutuhkan dapat segera merasakan manfaatnya.

Ia berharap aspirasi masyarakat terkait pembangunan embung desa dapat menjadi perhatian pemerintah dalam perencanaan pembangunan ke depan sehingga kebutuhan air masyarakat dan sektor pertanian di Kabupaten Garut dapat terpenuhi secara lebih berkelanjutan.


Comments

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *