gerindrajabar.id — Bekerja dengan mengandalkan tenaga fisik menjadi tantangan tersendiri bagi pengayuh becak yang sudah lanjut usia. Aktivitas mengayuh dalam waktu lama, terutama saat cuaca panas dan hujan, dapat menguras tenaga mereka ketika tetap harus mencari nafkah untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari.
Kondisi tersebut menjadi salah satu perhatian dalam program bantuan becak listrik Presiden Prabowo Subianto. Sebanyak 200 unit becak listrik disalurkan untuk masyarakat Kabupaten Kuningan, dengan sasaran utama pengemudi lanjut usia yang masih aktif bekerja.
Kehadiran kendaraan bertenaga listrik diharapkan dapat membantu para pengayuh mengurangi beban fisik saat menjalankan pekerjaannya. Mereka tetap memiliki kesempatan untuk mencari penghasilan tanpa harus sepenuhnya mengandalkan kekuatan untuk mengayuh.
Membuka Peluang Tetap Produktif
Bantuan becak listrik menjadi bentuk perhatian kepada pengemudi lanjut usia yang masih ingin bekerja. Dengan kendaraan yang lebih mudah dioperasikan, mereka diharapkan dapat melanjutkan aktivitas mencari nafkah tanpa terlalu menguras tenaga.
Program tersebut menyasar warga berusia di atas 55 tahun. Sasaran ini menunjukkan perhatian terhadap masyarakat lanjut usia yang masih memiliki kemampuan dan keinginan untuk tetap produktif.
Selain membantu pengemudi, becak listrik juga berpotensi digunakan untuk berbagai kebutuhan masyarakat. Kendaraan tersebut dapat mendukung aktivitas transportasi di kawasan wisata maupun pusat keramaian seperti pasar.

Bisa Dukung Pariwisata dan Ekonomi Warga
Kabupaten Kuningan memiliki kawasan wisata yang membutuhkan dukungan sarana transportasi. Kehadiran becak listrik diharapkan dapat ikut membantu mobilitas masyarakat di kawasan tersebut.
Pemanfaatannya juga dapat memberikan manfaat bagi kegiatan ekonomi. Selain mengangkut penumpang, kendaraan tersebut dapat digunakan untuk mendukung aktivitas masyarakat yang membutuhkan sarana angkutan.
Ketua Fraksi Partai Gerindra DPRD Kuningan, Toto Tohari, turut menilai becak listrik tersebut dapat dimanfaatkan lebih luas sesuai kebutuhan masyarakat. Selain menjadi sarana transportasi, kendaraan ini berpotensi mendukung aktivitas di desa wisata, termasuk membantu sektor pertanian dan UMKM.
Menurut Toto, di wilayah perdesaan dan kawasan pinggiran, becak listrik dapat digunakan untuk mengangkut hasil panen maupun menunjang aktivitas pelaku UMKM. Pemanfaatan tersebut diharapkan membuat bantuan tidak hanya berfungsi sebagai kendaraan, tetapi juga menjadi sarana pemberdayaan ekonomi masyarakat.
Dengan pemanfaatan yang tepat, bantuan becak listrik diharapkan tidak hanya membantu penerima secara langsung. Kendaraan tersebut juga dapat ikut menggerakkan aktivitas ekonomi dan pariwisata di lingkungan sekitarnya.
Penggunaan Tetap Memperhatikan Keselamatan
Penggunaan becak listrik juga perlu dilakukan secara tertib dan memperhatikan keselamatan. Karena itu, pembinaan dan pengawasan akan dilakukan melalui koordinasi antara Dinas Perhubungan dan kepolisian.
Langkah tersebut diperlukan agar kendaraan dapat digunakan sesuai dengan ketentuan lalu lintas yang berlaku. Penerima juga diharapkan memahami aturan penggunaan sehingga becak listrik dapat menjadi sarana transportasi yang aman.
Bantuan becak listrik yang disalurkan melalui Yayasan Gerakan Solidaritas Nasional ini diharapkan memberi manfaat nyata bagi masyarakat Kuningan. Terutama bagi pengayuh lanjut usia, kendaraan tersebut dapat membantu mereka tetap bekerja dengan beban fisik yang lebih ringan.
Dengan 200 unit yang hadir di Kuningan, program bantuan Presiden Prabowo ini juga membuka peluang pemanfaatan yang lebih luas. Selain mendukung pengayuh lansia dalam mencari nafkah, becak listrik diharapkan dapat membantu aktivitas wisata dan perekonomian masyarakat di daerah tersebut.




