Menjelang pergantian tahun 2026, DPC Partai Gerindra Kabupaten Tasikmalaya menggelar aksi lingkungan dan sosial di kawasan objek wisata Situ Sanghyang, Kabupaten Tasikmalaya, Rabu (31/12/2025). Kegiatan ini diisi dengan penanaman pohon, doa bersama, serta santunan anak yatim sebagai refleksi akhir tahun yang dimaknai dengan langkah nyata.
Aksi di lapangan dipimpin oleh Ketua DPC yang juga Anggota DPRD Provinsi Jawa Barat, Haris Sanjaya. Kegiatan tersebut turut dihadiri Sekretaris DPC yang menjabat Wakil Bupati Tasikmalaya, Asep Sopari Al-Ayubi.
Selain itu, Ketua Fraksi Partai Gerindra DPRD Kabupaten Tasikmalaya, Usman Kusmana, bersama jajaran pengurus DPC dan anggota Fraksi DPRD Kabupaten Tasikmalaya Partai Gerindra juga mengikuti rangkaian kegiatan tersebut.
Aksi Lingkungan di Kawasan Situ Sanghyang
Penanaman pohon dipilih sebagai ikhtiar menjaga keseimbangan alam. Kawasan Situ Sanghyang dinilai memiliki fungsi ekologis penting yang perlu dijaga secara berkelanjutan, terutama di tengah meningkatnya potensi bencana alam.
Melalui aksi ini, Gerindra Tasikmalaya mendorong tumbuhnya kesadaran bersama untuk menjaga lingkungan sebagai bagian dari upaya mitigasi bencana.

Doa Bersama dan Santunan Anak Yatim
Selain kegiatan lingkungan, rangkaian acara juga diisi dengan doa bersama dan santunan anak yatim. Momentum ini dimaknai sebagai refleksi spiritual di penghujung tahun sekaligus penguatan nilai kemanusiaan.
Santunan anak yatim menjadi simbol kepedulian sosial yang sejalan dengan semangat kebersamaan dan gotong royong.

Peran Fraksi dan Pemerintah Daerah
Kehadiran Wakil Bupati dalam kegiatan ini menegaskan sinergi antara struktur partai dan pemerintah daerah. Kolaborasi tersebut dinilai penting agar kepedulian lingkungan dan sosial dapat berjalan berkelanjutan.
Fraksi Gerindra DPRD Kabupaten Tasikmalaya juga terlibat aktif sebagai wujud komitmen wakil rakyat untuk hadir langsung di tengah masyarakat.

Refleksi Akhir Tahun Menuju 2026
Melalui rangkaian kegiatan di Situ Sanghyang, Gerindra Kabupaten Tasikmalaya menegaskan komitmennya untuk terus bergerak bersama masyarakat. Menanam pohon dimaknai sebagai investasi masa depan, sementara kepedulian sosial menjadi fondasi kebersamaan.
Langkah ini diharapkan menjadi awal yang baik dalam menyongsong tahun 2026 dengan semangat kepedulian, kolaborasi, dan tanggung jawab terhadap lingkungan serta masyarakat.








Leave a Reply