Anggota Komisi IV DPRD Provinsi Jawa Barat, Ir. Hj. Prasetyawati, M.M., menyoroti keterbatasan kapasitas hunian di Apartemen Transit Rancaekek. Hal tersebut terungkap setelah Komisi IV DPRD Jawa Barat melakukan peninjauan langsung ke lokasi.
Menurut Prasetyawati, minat masyarakat untuk menempati apartemen transit tersebut masih cukup tinggi. Namun, jumlah unit yang tersedia saat ini belum mampu menampung seluruh permintaan masyarakat.
Kondisi tersebut membuat banyak masyarakat yang ingin menyewa hunian di Apartemen Transit Rancaekek harus menunggu karena keterbatasan kapasitas yang tersedia.
Dorong Penambahan Kapasitas dan Fasilitas
Prasetyawati menilai kawasan Apartemen Transit Rancaekek perlu dikembangkan agar lebih banyak masyarakat dapat memanfaatkannya.
Selain penambahan kapasitas hunian, Komisi IV DPRD Jawa Barat juga mendorong adanya fasilitas penunjang yang dapat membantu meningkatkan pendapatan operasional pengelolaan apartemen.
Salah satu fasilitas yang diusulkan adalah ruang serbaguna atau aula yang dapat dimanfaatkan oleh masyarakat untuk berbagai kegiatan.
Keberadaan fasilitas tersebut dinilai tidak hanya bermanfaat bagi warga sekitar, tetapi juga dapat disewakan sehingga membantu menambah pemasukan untuk mendukung biaya operasional apartemen transit.
Perlu Penguatan Regulasi Pengelolaan
Prasetyawati juga menyoroti pentingnya penguatan regulasi terkait pengelolaan apartemen transit milik pemerintah daerah.
Saat ini kewenangan pengelolaan dinilai masih terbatas karena belum adanya aturan yang secara khusus mengatur hunian jenis tersebut.
Karena itu, DPRD Jawa Barat mendorong adanya evaluasi regulasi sekaligus membuka peluang penyusunan Peraturan Daerah (Perda) inisiatif yang mengatur secara khusus pengelolaan apartemen transit milik Pemerintah Provinsi Jawa Barat.
Meski demikian, Prasetyawati menilai pengelolaan Apartemen Transit Rancaekek secara umum sudah berjalan cukup baik. Pengelola dinilai telah berupaya menjaga kondisi hunian agar tetap layak dan nyaman bagi para penghuni.
Dengan berbagai upaya perbaikan tersebut, diharapkan pengelolaan apartemen transit di Jawa Barat dapat semakin optimal serta mampu memberikan manfaat yang lebih luas bagi masyarakat.








Leave a Reply