Prabowo Subianto Terima Laporan Menteri Investasi

Prabowo Subianto Terima Laporan Investasi Rp498 Triliun, Serap Lebih dari 700 Ribu Tenaga Kerja

oleh


gerindrajabar.id — Kinerja investasi Indonesia pada kuartal pertama 2026 menunjukkan tren positif di tengah ketidakpastian global. Dalam konteks tersebut, Presiden Prabowo Subianto menerima laporan capaian tersebut dari Menteri Investasi dan Hilirisasi, Rosan Roeslani, di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta.

Dalam laporan tersebut, realisasi investasi tercatat mencapai Rp498,79 triliun atau melampaui target yang ditetapkan sebesar Rp497 triliun. Capaian ini juga menunjukkan pertumbuhan sebesar 7,22 persen secara tahunan, sekaligus berkontribusi terhadap penyerapan tenaga kerja yang mencapai lebih dari 706 ribu orang.

Stabilitas Investasi Indonesia di Tengah Tekanan Global

Di tengah dinamika geopolitik dan geokonomi dunia, capaian ini mencerminkan daya tahan ekonomi Indonesia yang tetap terjaga. Minat investor, baik dari dalam maupun luar negeri, dinilai masih kuat, tercermin dari komposisi investasi yang relatif seimbang antara penanaman modal dalam negeri dan asing.

Distribusi investasi juga menunjukkan pemerataan yang semakin baik, dengan porsi investasi di luar Pulau Jawa mencapai lebih dari 50 persen. Hal ini menandakan bahwa pertumbuhan ekonomi tidak lagi terpusat, melainkan mulai menyebar ke berbagai wilayah.

Arah Transformasi Ekonomi

Lebih jauh, investasi yang masuk didominasi oleh sektor-sektor strategis seperti industri logam dasar, pertambangan, serta pengembangan kawasan industri dan infrastruktur pendukung. Kondisi ini memperkuat arah kebijakan pemerintah dalam mendorong hilirisasi dan peningkatan nilai tambah di dalam negeri.

Tren investasi jangka panjang juga menunjukkan peningkatan signifikan, dengan target investasi nasional periode 2025–2029 yang diproyeksikan melampaui Rp13.000 triliun. Angka ini mencerminkan optimisme terhadap pertumbuhan ekonomi Indonesia ke depan.

Dengan capaian tersebut, Indonesia tidak hanya mampu menjaga stabilitas investasi, tetapi juga mempercepat transformasi ekonomi yang lebih inklusif dan berdaya saing. Di tengah ketidakpastian global, posisi Indonesia sebagai tujuan investasi dinilai semakin kuat dan kompetitif.


Comments

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *