GerindraJabar — Saat meninjau langsung lokasi proyek Jembatan Kadupandak–Cijati di Kabupaten Cianjur, Abdul Karim, anggota Komisi IV DPRD Jawa Barat, menyampaikan keprihatinannya terhadap pembangunan yang terhenti sejak 2019. Enam tahun berlalu, jembatan strategis tersebut baru berdiri tiga tiang tanpa ada kemajuan pekerjaan.
Didampingi anggota DPRD Kabupaten Cianjur, Angga Linoseva, ia melihat keadaan lapangan yang tidak berubah dan menegaskan bahwa proyek tersebut harus menjadi prioritas pembangunan infrastruktur Jawa Barat pada 2026.
Akses Penting Bagi Mobilitas dan Ekonomi Warga
Jembatan yang menghubungkan Desa Bojonglarang di Kecamatan Kadupandak dan Desa Sukakerta di Kecamatan Cijati itu memiliki peran vital bagi aktivitas harian masyarakat. Abdul Karim menilai, mangkraknya pembangunan selama bertahun-tahun telah membatasi mobilitas warga dan memperlambat pergerakan ekonomi lokal.
“Sudah ada tiga tiang berdiri, tapi belum bisa dimanfaatkan. Padahal jembatan ini penghubung utama masyarakat dua kecamatan,” ungkap politisi Partai Gerindra ini.
Diupayakan Masuk Prioritas Infrastruktur Jabar 2026
Menurut Abdul Karim, momentum tahun ini cukup baik karena Provinsi Jawa Barat mengalokasikan lebih dari Rp4,7 triliun untuk pembangunan infrastruktur. Ia berharap jembatan tersebut dapat masuk dalam prioritas pembangunan 2026 sehingga kebutuhan masyarakat segera terjawab.
Ia juga menekankan bahwa warga sudah lama menunggu kejelasan kelanjutan proyek tersebut, dan berharap Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi, dapat memberikan perhatian khusus.

Abdul Karim: Diperjuangkan dalam Pembahasan Anggaran Komisi IV
Dalam pembahasan Kebijakan Umum Anggaran (KUA) dan Prioritas Plafon Anggaran Sementara (PPAS) bersama Dinas Bina Marga Jawa Barat, Abdul Karim—melalui peran strategisnya di Komisi IV DPRD Jabar—telah secara khusus meminta agar pembangunan jembatan Kadupandak–Cijati masuk program prioritas 2026.
Ia juga meminta dukungan Pemerintah Kabupaten Cianjur, khususnya kepada Bupati Mohammad Wahyu Ferdian, untuk ikut memperjuangkan percepatan penyelesaiannya.
Dampak Besar bagi Cianjur Selatan
Selesainya jembatan ini akan membuka akses antarwilayah dengan lebih cepat dan mendorong pertumbuhan ekonomi di Cianjur Selatan, yang selama ini terhambat minimnya infrastruktur penghubung. Abdul Karim menegaskan bahwa proyek ini harus segera dituntaskan demi kebutuhan masyarakat luas.
Gerindra Jabar mendukung penuh langkah-langkah strategis Komisi IV dalam memperkuat pembangunan infrastruktur yang berdampak langsung bagi rakyat.








Leave a Reply