GerindraJabar – Sabtu, (1/9/2025). Kesadaran demokrasi dan pemahaman hak asasi manusia menjadi pondasi penting bagi generasi muda. Komitmen inilah yang dibawa Abdul Karim, S.H., Anggota Komisi IV DPRD Jawa Barat Fraksi Gerindra Jabar, saat menggelar kegiatan Pendidikan Demokrasi di Giga Café, Kecamatan Cianjur.
Kegiatan ini menyasar para pemilih pemula agar memahami politik dari sudut pandang yang sehat dan penuh tanggung jawab.
Demokrasi Lebih dari Sekadar Datang ke TPS
Dalam pemaparannya, Abdul Karim mendorong para peserta untuk melihat demokrasi secara lebih luas.
Menurutnya, demokrasi bukan hanya soal memilih saat pemilu. Demokrasi juga berkaitan dengan kesadaran sebagai warga negara, sikap saling menghargai, serta kemampuan menyampaikan pendapat tanpa meniadakan perbedaan.
Ia menekankan bahwa demokrasi yang baik memerlukan masyarakat yang memahami hak dan kewajibannya. Tanpa pemahaman yang benar, demokrasi mudah dimanfaatkan oleh kepentingan yang tidak berpihak pada rakyat.
Peran HAM dalam Demokrasi
Sebagai bagian dari materi Pendidikan Demokrasi, peserta diajak memahami perbedaan antara hak asasi manusia dan hak warga negara. Abdul Karim menjelaskan bahwa HAM bersifat universal dan dimiliki setiap manusia sejak lahir.
Sementara hak warga negara berkaitan dengan kewenangan dan tanggung jawab individu kepada negara.
Ia juga menyoroti tantangan dalam penerapan HAM yang sering kali terhambat oleh penyalahgunaan kekuasaan, dominasi budaya, dan rendahnya kualitas sumber daya manusia.
Abdul Karim mengingatkan bahwa pemenuhan kebutuhan dasar, seperti rasa aman dan kesejahteraan, merupakan kunci agar penghormatan terhadap HAM dapat berjalan efektif.
Keterkaitan Pancasila, Demokrasi, dan HAM
Dalam sesi interaktif, peserta berdiskusi mengenai hubungan antara nilai-nilai Pancasila dan perlindungan HAM.
Abdul Karim menyampaikan bahwa Pancasila menjadi fondasi yang menegaskan kebebasan beragama, persamaan kedudukan di hadapan hukum, dan keadilan sosial.
Nilai-nilai tersebut menjadi pegangan utama bagi warga negara dalam menjalankan kehidupan berdemokrasi.
Melalui pendidikan demokrasi yang berimbang, ia ingin generasi muda memahami bahwa demokrasi tidak dapat berjalan tanpa kesadaran sosial dan penghormatan terhadap hak orang lain.
Bekal untuk Pemilih Pemula
Kegiatan Pendidikan Demokrasi mendapat sambutan positif dari peserta, termasuk dari aktivis dan influencer Sayekti Nawang Wulan yang turut hadir memberikan perspektif sosial dan budaya digital.
Acara yang dikemas santai ini membantu siswa memahami bahwa politik tidak harus menakutkan. Justru, politik dapat menjadi ruang untuk memperjuangkan nilai kemanusiaan dan suara masyarakat.
Abdul Karim berharap kegiatan pendidikan demokrasi ini dapat menjadi bekal penting bagi pemilih pemula dalam menentukan sikap politik dengan lebih rasional dan bertanggung jawab.
Menurutnya, masa depan demokrasi bergantung pada kesadaran generasi muda dalam menjaga nilai kebangsaan dan menghormati hak setiap warga negara.








Leave a Reply