gerindrajabar.id — Pendidikan tidak hanya berkaitan dengan pencapaian akademik, tetapi juga pembentukan karakter. Kejujuran, tanggung jawab, kepedulian, dan integritas menjadi nilai yang perlu tumbuh bersama proses pendidikan agar pelajar memiliki bekal menghadapi masa depan.
Anggota DPRD Provinsi Jawa Barat dari Fraksi Partai Gerindra, H. Syahrir, S.E., M.I.Pol., menekankan pentingnya pembentukan karakter tersebut saat menghadiri peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW di SMAN 6 Tambun Selatan, Jumat (31/10/2025).
Syahrir menilai keteladanan Rasulullah dapat menjadi bagian dari pembelajaran karakter di lingkungan sekolah. Peringatan Maulid Nabi tidak hanya mengenalkan sejarah Rasulullah kepada pelajar, tetapi juga mengajak mereka memahami nilai kejujuran, tanggung jawab, kepedulian, dan akhlak dalam kehidupan sehari-hari.

Syahrir Tekankan Peran Sekolah dalam Membentuk Karakter
Menurut Syahrir, sekolah memiliki peran penting dalam menumbuhkan karakter peserta didik. Kemampuan akademik perlu berjalan beriringan dengan pembentukan pribadi yang memiliki integritas dan kepedulian terhadap lingkungan.
Karakter tersebut tidak cukup disampaikan melalui pembelajaran di dalam kelas. Pembiasaan serta kegiatan yang memberikan ruang bagi siswa untuk memahami nilai moral dan keagamaan juga menjadi bagian dari proses pendidikan.
Syahrir mengapresiasi guru dan siswa SMAN 6 Tambun Selatan yang menjaga kegiatan keagamaan di lingkungan sekolah. Menurutnya, aktivitas seperti Maulid Nabi dapat memperkuat karakter moral pelajar sekaligus membangun kebersamaan antara siswa, guru, dan masyarakat.

Maulid Nabi Perkuat Nilai Keagamaan
Peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW di SMAN 6 Tambun Selatan berlangsung di Lapangan Serbaguna sekolah dan diikuti ratusan siswa. Kegiatan tersebut turut dihadiri Kepala Cabang Dinas (KCD) Wilayah III Dinas Pendidikan Jawa Barat, Kepala Sekolah SMAN 6 Tambun Selatan, serta tokoh masyarakat.
Rangkaian acara diisi tausiah Ustadz Riza Muhammad yang membahas keteladanan Nabi Muhammad SAW. Para siswa juga mengikuti lantunan shalawat dan doa bersama.
Bagi Syahrir, kegiatan keagamaan di lingkungan pendidikan dapat menjadi sarana untuk menghubungkan nilai yang dipelajari dengan kehidupan sehari-hari. Pelajar diharapkan tidak hanya memahami keteladanan Rasulullah secara pengetahuan, tetapi juga mampu menerapkannya melalui sikap dan perilaku.
Di tengah perkembangan zaman, pembentukan karakter semakin penting agar kemajuan pengetahuan dan teknologi tetap disertai tanggung jawab. Generasi muda perlu memiliki kemampuan untuk menggunakan pengetahuan yang dimiliki secara bijak sekaligus menjaga hubungan baik dengan sesama.
Syahrir berharap kegiatan seperti Maulid Nabi dapat terus menjadi bagian dari upaya membangun lingkungan pendidikan yang mendukung perkembangan akademik sekaligus karakter. Dengan bekal tersebut, pelajar diharapkan tumbuh menjadi generasi yang cerdas, berakhlak, berintegritas, dan mampu memberikan manfaat bagi masyarakat.




