GerindraJabar – Program Sekolah Tani digelar kembali oleh Pemuda Tani Kabupaten Cianjur. Kegiatan ini berlangsung di Wisma Pendawa, Ciloto, dan diikuti pemuda yang ingin mengenal pertanian modern dari dasar. Anggota DPRD Jawa Barat sekaligus legislator Gerindra, Abdul Karim, S.H., hadir untuk memberikan dukungan langsung.
Abdul Karim menilai keterlibatan pemuda sangat penting dalam menjaga ketahanan pangan Jawa Barat. Menurutnya, tantangan pertanian kini membutuhkan generasi yang siap mempelajari cara tanam baru, memahami teknologi, dan melihat pertanian sebagai peluang usaha.
Ia menegaskan bahwa penguatan sumber daya manusia menjadi kunci utama dalam mewujudkan kemandirian pangan. Oleh sebab itu, DPRD Jawa Barat terus mendorong program pelatihan, pendampingan, dan akses permodalan agar petani muda dapat mengembangkan usaha secara lebih mandiri.

Ketua Pemuda Tani Kabupaten Cianjur, Rendi Taufik Ismail, menjelaskan tujuan Sekolah Tani. Program ini dirancang untuk menjawab kebutuhan pertanian hari ini, terutama agar pemuda memiliki pemahaman dasar yang kuat sebelum terjun ke lapangan.
Peserta diajak mengenal proses pertanian secara bertahap. Mulai dari budidaya, pengelolaan lahan, hingga pengenalan alat pertanian sederhana. Materi disesuaikan dengan kebutuhan pemula sehingga mudah diterapkan.
Setelah sesi pembukaan, peserta berkesempatan berdialog dengan Abdul Karim. Dalam dialog tersebut, muncul beragam aspirasi tentang pelatihan lanjutan dan pendampingan usaha tani. Para peserta berharap dukungan dari pemerintah daerah dapat terus diperkuat.
Melalui program ini, Pemuda Tani Cianjur berharap muncul generasi petani muda yang lebih siap menghadapi tantangan pertanian masa depan. Mereka optimistis kegiatan seperti Sekolah Tani dapat menjadi langkah penting untuk memperkuat ketahanan pangan Jawa Barat.








Leave a Reply