Ketua DPD Partai Gerindra Jawa Barat H. Amir Mahpud mengajak seluruh jajaran Gerindra se-Jawa Barat untuk menyambut pergantian Tahun Baru 2026 dengan kegiatan yang lebih bermakna. Gerindra Jabar mengajak kader menggelar doa bersama pada malam tahun baru, kemudian melanjutkannya dengan aksi penanaman pohon secara serentak di 27 kota dan kabupaten pada 1 Januari 2026.
Ajakan tersebut disampaikan sebagai bentuk kepedulian dan empati terhadap kondisi kebangsaan saat ini, terutama musibah banjir yang melanda sejumlah wilayah di Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat. Gerindra Jabar menilai, pergantian tahun seharusnya menjadi momentum refleksi bersama, bukan perayaan yang bersifat hura-hura.
Tahun Baru 2026 Gerindra Jabar: Momentum Refleksi di Tengah Duka Bencana
H. Amir Mahpud yang akrab disapa Haji Aming menekankan bahwa suasana kebatinan bangsa saat ini perlu direspons dengan kepekaan sosial. Menurutnya, perayaan tahun baru tidak selayaknya melukai perasaan saudara-saudara sebangsa yang sedang tertimpa bencana.
Melalui doa bersama, kader Gerindra diajak untuk mendekatkan diri kepada Tuhan sekaligus memperkuat empati dan solidaritas kebangsaan. Doa dipandang sebagai bentuk ikhtiar batin agar bangsa Indonesia diberi perlindungan dan kekuatan dalam menghadapi berbagai ujian.
Menjaga Alam sebagai Tanggung Jawab Iman
Selain doa bersama, Gerindra Jabar juga mengajak kader melakukan penanaman pohon sebagai wujud kepedulian terhadap lingkungan. Amir Mahpud menegaskan bahwa kesadaran beragama tidak hanya tercermin dalam hubungan manusia dengan Tuhan (habluminallah) dan sesama manusia (habluminannas), tetapi juga dalam hubungan manusia dengan alam (habluminallam).
Nilai tersebut sejalan dengan ajaran Al-Qur’an yang mengingatkan bahwa kerusakan di muka bumi terjadi akibat perbuatan manusia sendiri. Karena itu, menjaga dan merawat alam dipandang sebagai amanah keimanan yang harus dijalankan bersama.
Menurut Amir, alam adalah ciptaan Tuhan yang menopang kehidupan manusia. Ketika lingkungan dijaga, manusia sedang melindungi masa depannya sendiri. Sebaliknya, kelalaian terhadap alam akan kembali berdampak pada manusia dalam bentuk bencana dan krisis lingkungan.
Penanaman pohon dimaknai sebagai ikhtiar nyata untuk memperbaiki hubungan manusia dengan alam. Langkah ini juga menjadi pengingat bahwa ibadah, kepedulian sosial, dan tanggung jawab ekologis harus berjalan seiring.
Aksi Serentak di Seluruh Jawa Barat
Aksi penanaman pohon akan dilaksanakan secara serentak di seluruh wilayah Jawa Barat dengan target 1.000 pohon di setiap daerah. Kegiatan ini diharapkan menjadi kontribusi nyata dalam menjaga keseimbangan lingkungan sekaligus menumbuhkan kesadaran ekologis di tengah masyarakat.
Pelaksanaan kegiatan diserahkan kepada masing-masing DPC Gerindra untuk menyesuaikan dengan kondisi daerah, termasuk lokasi penanaman, peserta, serta bentuk kolaborasi dengan pemangku kepentingan setempat.
Libatkan Dhuafa dan Anak Yatim
Dalam ajakan tersebut, Amir Mahpud juga mendorong agar kegiatan doa bersama melibatkan kaum dhuafa dan anak-anak yatim. Menurutnya, doa mereka memiliki ketulusan dan kekuatan spiritual yang besar.
Selain itu, seluruh kader Gerindra diimbau untuk tidak merayakan malam tahun baru dengan pesta dan hura-hura. Pergantian tahun diharapkan menjadi momentum memperkuat empati, kebersamaan, dan persatuan bangsa.
Melalui doa bersama dan aksi penanaman pohon, Gerindra Jawa Barat berharap Tahun Baru 2026 dapat disambut dengan semangat refleksi, kepedulian sosial, serta komitmen menjaga alam dan kemanusiaan secara berkelanjutan.








Leave a Reply