gerindrajabar.id — Bimbingan Teknis (Bimtek) Gerindra Jabar yang berlangsung di Hotel Grand Travello, Kota Bekasi, pada 4–6 Juni 2026 menjadi ajang penguatan kapasitas kader dalam menghadapi dinamika politik yang terus berkembang. Kegiatan tersebut diikuti anggota Fraksi Partai Gerindra se-Jawa Barat dan menghadirkan sejumlah materi strategis terkait kepemimpinan, komunikasi politik, pangan, peternakan, serta tantangan politik di era digital.
Dalam kegiatan pembukaan, Ketua DPD Partai Gerindra Jawa Barat, Amir Mahpud, menyoroti pentingnya kesiapan kader dalam menjawab perubahan zaman. Menurutnya, perkembangan teknologi telah mengubah cara masyarakat memperoleh informasi sekaligus membentuk opini publik.
Amir Mahpud menilai kader Gerindra harus mampu beradaptasi dengan perkembangan tersebut tanpa meninggalkan kedekatan dengan masyarakat. Kemampuan membaca persoalan rakyat dan menghadirkan solusi dinilai tetap menjadi fondasi utama dalam membangun kepercayaan publik.

Jawa Barat Memiliki Peran Strategis
Dalam kesempatan tersebut, Amir Mahpud menegaskan bahwa Jawa Barat memiliki posisi yang sangat penting dalam perkembangan politik Indonesia.
Menurutnya, sebagai provinsi dengan jumlah penduduk terbesar di Indonesia, berbagai dinamika yang terjadi di Jawa Barat sering kali memberikan dampak terhadap arah politik nasional.
Karena itu, kader Gerindra di Jawa Barat tidak hanya memiliki tanggung jawab untuk memperjuangkan kepentingan masyarakat di daerah masing-masing, tetapi juga turut berkontribusi dalam menjaga keberlanjutan pembangunan nasional.
Ia menilai peran strategis tersebut harus diimbangi dengan kualitas kader yang mampu membaca perkembangan zaman sekaligus memahami kebutuhan masyarakat.

Politik Digital Butuh Kader yang Adaptif
Amir Mahpud menjelaskan bahwa perkembangan teknologi telah mengubah cara masyarakat menerima dan menyebarkan informasi.
Di era digital, opini publik dapat terbentuk dalam waktu yang sangat cepat. Kondisi tersebut menghadirkan peluang sekaligus tantangan bagi partai politik.
Di satu sisi, teknologi memudahkan komunikasi dengan masyarakat. Namun di sisi lain, penyebaran hoaks, polarisasi, dan informasi yang tidak terverifikasi masih menjadi persoalan yang perlu diantisipasi.
Karena itu, kader Gerindra didorong untuk lebih adaptif terhadap perkembangan teknologi serta mampu membangun komunikasi yang sehat di ruang publik.
Selain memahami persoalan masyarakat secara langsung, kader juga dituntut aktif menghadirkan informasi yang positif dan edukatif di ruang digital.
Perkuat Kepercayaan Publik
Menurut Amir Mahpud, masyarakat saat ini tidak hanya membutuhkan narasi politik, tetapi juga mengharapkan hasil nyata yang dapat dirasakan dalam kehidupan sehari-hari.
Oleh sebab itu, kader Gerindra harus mampu menjaga kepercayaan masyarakat melalui kerja nyata dan komunikasi yang efektif.
Kemampuan membangun hubungan yang baik dengan masyarakat dinilai menjadi salah satu modal penting dalam menghadapi dinamika politik yang terus berkembang.
Kawal Program Pemerintahan Prabowo
Dalam kegiatan Bimtek tersebut, Amir Mahpud juga mengingatkan pentingnya peran kader Gerindra dalam mendukung dan mengawal berbagai program strategis pemerintahan Presiden Prabowo Subianto.
Menurutnya, kader partai memiliki tanggung jawab untuk memastikan informasi mengenai program-program pemerintah dapat dipahami masyarakat secara utuh.
Kader juga diharapkan mampu menjadi jembatan antara pemerintah dan masyarakat sehingga manfaat pembangunan dapat dirasakan hingga tingkat paling bawah.
Melalui kegiatan Bimtek Fraksi Partai Gerindra se-Jawa Barat, para peserta diharapkan semakin siap menghadapi tantangan politik modern, memperkuat kapasitas kepemimpinan, serta terus hadir memberikan manfaat bagi masyarakat.








Leave a Reply