gerindrajabar.id — Kebebasan menyampaikan pendapat menjadi salah satu pilar penting dalam kehidupan demokrasi. Namun, kebebasan tersebut perlu diiringi tanggung jawab agar aspirasi yang disampaikan dapat memberi manfaat dan tidak menimbulkan dampak negatif bagi masyarakat.
Pandangan itu disampaikan Ketua DPC Partai Gerindra Kota Sukabumi, Lutfi Achmad, menyikapi berbagai aksi penyampaian aspirasi yang belakangan berlangsung di Kota Sukabumi. Menurutnya, ruang demokrasi harus dimanfaatkan untuk menyampaikan gagasan dan kritik yang konstruktif.
Mahasiswa Punya Peran Strategis
Lutfi menilai mahasiswa memiliki posisi penting sebagai kelompok intelektual yang selama ini dikenal aktif mengawal berbagai isu publik. Karena itu, setiap gerakan yang dilakukan diharapkan mampu menghadirkan nilai edukatif sekaligus menjadi contoh dalam kehidupan berdemokrasi.
Menurutnya, kritik terhadap kebijakan merupakan bagian yang tidak terpisahkan dari sistem demokrasi. Melalui kritik dan masukan yang disampaikan masyarakat, pemerintah dapat melakukan evaluasi dan perbaikan terhadap berbagai kebijakan yang dijalankan.
Kritik Perlu Disampaikan Secara Konstruktif
Lutfi menekankan bahwa kualitas kritik tidak ditentukan oleh kerasnya suara yang disampaikan, melainkan oleh kekuatan argumentasi dan data yang mendasarinya. Kritik yang disampaikan secara konstruktif dinilai lebih efektif dalam mendorong perubahan dan menghasilkan solusi.
Karena itu, ia mengajak seluruh elemen masyarakat untuk tetap mengedepankan etika dalam menyampaikan pendapat. Perbedaan pandangan politik, menurutnya, tidak boleh menghilangkan sikap saling menghormati dalam kehidupan berbangsa dan bernegara.
Jaga Ruang Dialog dan Kebersamaan
Menurut Lutfi, kemajuan daerah tidak lahir dari konflik yang berkepanjangan. Sebaliknya, pembangunan membutuhkan ruang dialog yang sehat, terbuka, dan menghargai berbagai pandangan yang berbeda.
Ia berharap Kota Sukabumi terus menjadi tempat tumbuhnya budaya diskusi dan pertukaran gagasan yang produktif. Dengan demikian, berbagai persoalan yang dihadapi masyarakat dapat diselesaikan melalui komunikasi dan kerja sama yang baik.
Demokrasi dan Tanggung Jawab
Lutfi menilai demokrasi bukan hanya soal kebebasan berbicara, tetapi juga tentang kemampuan menjaga keseimbangan antara hak dan tanggung jawab. Kebebasan berekspresi harus berjalan seiring dengan penghormatan terhadap hukum, fasilitas publik, serta kepentingan masyarakat luas.
Menurutnya, generasi muda memiliki peran besar dalam menjaga kualitas demokrasi. Semangat kritis yang dimiliki mahasiswa akan menjadi kekuatan positif apabila dibarengi sikap dewasa, tanggung jawab sosial, dan komitmen untuk mencari solusi bagi kepentingan bersama.
Ia berharap budaya demokrasi yang sehat terus tumbuh di Kota Sukabumi sehingga perbedaan pandangan dapat menjadi sumber gagasan dan kemajuan, bukan pemicu perpecahan.




