gerindrajabar.id — Pengembangan sektor peternakan menjadi salah satu bagian penting dalam memperkuat ketahanan pangan Jawa Barat. Selain menyediakan sumber pangan hewani, peternakan juga membuka peluang usaha dan pendapatan bagi masyarakat.
Anggota Komisi 2 DPRD Jawa Barat, Dede Kusdinar, meminta fasilitasi bibit ternak di Jabar diperluas agar manfaatnya dapat menjangkau lebih banyak peternak. Menurutnya, penambahan bibit perlu disesuaikan dengan potensi peternakan di masing-masing daerah.
Bantuan Bibit Sudah Disalurkan ke Peternak Jabar
Melalui Dinas Ketahanan Pangan dan Peternakan (DKPP) Jawa Barat, sejumlah bantuan telah disalurkan kepada kelompok peternak. Fasilitasi tersebut antara lain berupa 195 ekor ayam pullet atau ayam petelur siap produksi.
Peternak juga memperoleh 1,4 ton pakan ternak serta paket Obat, Vaksin, dan Kimia (OVK). Dukungan lainnya berupa sarana pembibitan, yakni satu unit mesin tetas setter berkapasitas 1.500 butir dan satu unit mesin tetas hatcher berkapasitas 500 butir.
Dede menilai bantuan tersebut dapat menjadi modal awal bagi pengembangan populasi ternak. Ayam pullet, misalnya, dapat mendukung pengembangan usaha ayam petelur sekaligus meningkatkan produksi telur.
Sementara itu, dukungan pakan dan OVK membantu menjaga kesehatan serta produktivitas ternak. Kelengkapan sarana tersebut dapat mendukung peternak dalam mengembangkan usaha secara lebih mandiri.
Dede Kusdinar Minta Bibit Disesuaikan Potensi Daerah
Perluasan program, menurut Dede, tidak hanya berkaitan dengan jumlah bibit. Jenis ternak yang diberikan juga perlu disesuaikan dengan karakteristik dan potensi peternakan di setiap wilayah.
Kabupaten Garut dapat menjadi salah satu daerah yang mendapat tambahan bibit unggul domba. Komoditas tersebut memiliki potensi untuk terus dikembangkan sebagai bagian dari peternakan rakyat.
Sementara itu, Kabupaten Bandung memiliki potensi pada sektor sapi perah. Penambahan bibit sapi perah dapat diarahkan untuk memperkuat usaha peternak sekaligus mengembangkan populasi ternak di daerah tersebut.
Pendekatan berdasarkan potensi wilayah membuat fasilitasi pemerintah lebih sesuai dengan kebutuhan peternak. Bantuan juga dapat diarahkan pada komoditas yang memiliki peluang untuk dikembangkan secara berkelanjutan.
Perluasan Bibit Perkuat Peternakan Rakyat
Dede mengatakan perluasan bibit ternak di Jabar dapat memberikan dampak lebih luas terhadap pengembangan usaha peternakan masyarakat. Bertambahnya populasi ternak berpotensi membuka sumber pendapatan baru bagi peternak.
Program tersebut juga dapat memperkuat peternakan rakyat sebagai bagian dari sistem pangan Jawa Barat. Ketika peternak mendapat bibit dan sarana pendukung yang sesuai, produktivitas usaha dapat terus dikembangkan.
Karena itu, Dede berharap fasilitasi bibit ternak tidak berhenti pada bantuan dalam jumlah tertentu. Perluasan jenis dan jumlah bibit secara bertahap perlu terus dilakukan dengan mempertimbangkan potensi setiap daerah.
Dengan dukungan tersebut, pengembangan peternakan rakyat di Jawa Barat diharapkan semakin produktif. Pada saat yang sama, sektor peternakan dapat berkontribusi lebih besar terhadap ketahanan pangan dan peningkatan kesejahteraan masyarakat.




