gerindrajabar.id — Ketua Fraksi Partai Gerindra DPRD Provinsi Jawa Barat, Ir. Prasetyawati, MM, menyatakan dukungannya terhadap Program Gentengisasi yang digagas Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto sebagai upaya meningkatkan kualitas hunian masyarakat sekaligus menggerakkan perekonomian rakyat, khususnya para pengrajin genteng lokal.
Menurut Prasetyawati, program tersebut memiliki manfaat yang luas, tidak hanya dalam menciptakan lingkungan permukiman yang lebih tertata, nyaman, dan indah, tetapi juga membuka peluang usaha serta meningkatkan kesejahteraan masyarakat.
“Saya mendukung Program Gentengisasi yang digagas Bapak Presiden Prabowo Subianto. Program ini bukan sekadar mengganti atap rumah, tetapi merupakan langkah untuk meningkatkan kualitas tempat tinggal masyarakat sekaligus menghidupkan industri kerajinan genteng yang menjadi potensi ekonomi daerah,” ujar Prasetyawati.
Ia menilai Jawa Barat memiliki potensi besar untuk mendukung pelaksanaan program tersebut, terutama dengan keberadaan sentra industri genteng di Jatiwangi, Kabupaten Majalengka, dan Plered, Kabupaten Purwakarta.
Program Gentengisasi telah mulai dilaksanakan di Jawa Barat, antara lain melalui distribusi 500 ribu keping genteng dari Plered, Purwakarta, pada Oktober 2026. Pemerintah juga tengah mempersiapkan kegiatan lanjutan dengan melibatkan produsen genteng di Majalengka.
Dorong Pemberdayaan UMKM dan Ekonomi Kerakyatan
Prasetyawati menekankan bahwa pelaksanaan Gentengisasi harus memberikan manfaat nyata bagi pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM), khususnya pengrajin genteng tradisional.
Menurutnya, meningkatnya kebutuhan genteng dapat membuka peluang lapangan kerja, meningkatkan produksi industri lokal, serta menggerakkan sektor pendukung seperti transportasi, perdagangan bahan bangunan, dan jasa konstruksi.
“Yang penting, program ini harus melibatkan pengrajin lokal. Jangan sampai kebutuhan genteng meningkat, tetapi masyarakat dan pelaku UMKM di daerah justru tidak memperoleh manfaatnya,” tegasnya.
Ia juga mendorong adanya pendampingan usaha, kemudahan akses permodalan, peningkatan kualitas produk, dan perluasan pasar bagi para pengrajin.
Prioritaskan Masyarakat Berpenghasilan Rendah
Lebih lanjut, Prasetyawati berharap pelaksanaan Gentengisasi dapat dipadukan dengan program perbaikan Rumah Tidak Layak Huni (Rutilahu), sehingga masyarakat berpenghasilan rendah memperoleh manfaat secara langsung.
Namun, ia mengingatkan pentingnya memperhatikan kondisi struktur bangunan, kemampuan ekonomi masyarakat, serta kesesuaian material atap dengan kondisi rumah dan lingkungan setempat.
“Program ini harus dilaksanakan secara terencana dan tepat sasaran. Rumah masyarakat harus semakin layak, aman, sehat, dan nyaman. Jangan sampai penggantian atap justru menjadi beban bagi keluarga yang kurang mampu,” ungkapnya.
Sebagai anggota DPRD Jawa Barat, Prasetyawati juga menekankan pentingnya koordinasi pemerintah pusat, pemerintah provinsi, pemerintah kabupaten/kota, dan pelaku usaha dalam memastikan pelaksanaan program berjalan transparan serta memberikan manfaat yang merata.
Sejalan dengan Semangat Ekonomi Rancage
Prasetyawati menilai Gentengisasi memiliki keterkaitan dengan semangat Ekonomi Rancage, yakni penguatan ekonomi kerakyatan melalui pemanfaatan potensi lokal, kreativitas, kemandirian, dan kolaborasi masyarakat.
“Jawa Barat memiliki pengrajin yang terampil dan potensi industri genteng yang besar. Melalui program ini, kita berharap rumah masyarakat menjadi lebih baik, industri lokal berkembang, lapangan pekerjaan bertambah, dan kesejahteraan masyarakat meningkat,” katanya.
Ia berharap Program Gentengisasi dapat menjadi salah satu penggerak pembangunan perumahan sekaligus pemberdayaan ekonomi masyarakat Jawa Barat.
“Rumah rakyat semakin layak, pengrajin lokal semakin berdaya, dan ekonomi masyarakat semakin kuat. Itulah manfaat yang kita harapkan dari Program Gentengisasi,” pungkas Prasetyawati.




