gerindrajabar.id — Di balik keluarga yang kuat, ada perjuangan dan doa seorang ibu yang sering kali berjalan tanpa banyak sorotan. Dari tangan dan ketulusan seorang ibu, lahir nilai kehidupan, pendidikan karakter, hingga generasi yang menentukan arah masa depan bangsa.
Momentum Hari Ibu Internasional menjadi pengingat pentingnya peran perempuan dalam membangun keluarga dan masyarakat. Hal itu disampaikan Anggota DPRD Provinsi Jawa Barat, H. Syahrir, dalam keterangannya, Minggu (10/05/2026).
Peran dan Doa Ibu Dinilai Sangat Besar
Menurut Syahrir, ibu bukan hanya sosok yang hadir dalam urusan rumah tangga. Ia menilai perempuan memegang peran penting dalam membentuk karakter anak sekaligus menjaga ketahanan keluarga.
Ia juga menyinggung falsafah Sunda Indung Tunggul Rahayu, Bapa Tangkal Darajat yang menggambarkan besarnya peran ibu dalam menjaga keselamatan dan kesejahteraan keluarga.
Bagi Syahrir, kekuatan sebuah bangsa tidak bisa dipisahkan dari peran dan doa ibu di dalam keluarga. Menurutnya, keluarga yang kuat akan melahirkan masyarakat yang kuat, hingga akhirnya membentuk bangsa yang tangguh.
Perjuangan Ibu Perlu Dukungan Nyata
Sebagai wakil rakyat dari Dapil Jabar IX Kabupaten Bekasi, Syahrir mengaku melihat langsung perjuangan kaum ibu di berbagai sektor kehidupan.
Mulai dari ibu rumah tangga, pelaku UMKM, hingga perempuan yang menjadi tulang punggung ekonomi keluarga, semuanya dinilai memiliki kontribusi besar bagi masyarakat.
Ia menyebut banyak ibu yang terus berjuang tanpa lelah demi pendidikan dan masa depan anak-anaknya. Karena itu, menurutnya, penghormatan kepada ibu tidak cukup hanya lewat seremoni tahunan.
Dorong Kebijakan Lebih Berpihak pada Perempuan
Syahrir mendorong pemerintah untuk memperkuat kebijakan yang mendukung perempuan, mulai dari akses kesehatan melalui Posyandu, pemberdayaan ekonomi perempuan, hingga perlindungan hukum bagi korban kekerasan terhadap perempuan dan anak.
Ia juga mengajak masyarakat menghadirkan nilai-nilai ketulusan, kesabaran, dan kepedulian dalam kehidupan sosial maupun kepemimpinan publik.
Menurutnya, kebijakan yang dibangun dengan empati dan kepedulian akan memberi dampak lebih kuat bagi masyarakat luas.








Leave a Reply