Prasetyawati Soroti Pentingnya Perlindungan Anak di Era Digital

Di Era Digital, Prasetyawati Dorong Rumah Jadi Benteng Pertama Perlindungan Anak

oleh


gerindrajabar.id — Di tengah derasnya arus digital, anak-anak kini tumbuh bersama gawai dan media sosial sejak usia dini. Kemudahan akses informasi memang membuka banyak peluang, namun di saat yang sama juga membawa tantangan baru bagi keluarga, mulai dari cyberbullying, paparan konten negatif, hingga ancaman terhadap kesehatan mental anak.

Anggota DPRD Provinsi Jawa Barat yang juga Ketua Fraksi Partai Gerindra, Prasetyawati, menilai kehadiran Peraturan Pemerintah Nomor 17 Tahun 2025 atau PP TUNAS menjadi langkah penting dalam melindungi anak di ruang digital. Namun menurutnya, regulasi tidak akan berjalan maksimal tanpa keterlibatan keluarga di rumah.

Regulasi Dinilai Perlu Dukungan Keluarga

PP TUNAS mengatur pembatasan akses media sosial bagi anak di bawah usia 16 tahun sebagai langkah pencegahan terhadap berbagai risiko digital.

Meski demikian, Prasetyawati menilai perlindungan anak tidak bisa sepenuhnya diserahkan kepada aturan negara. Menurutnya, rumah tetap menjadi ruang pertama yang menentukan bagaimana anak mengenal dan menggunakan teknologi secara sehat.

Ia menyebut keluarga memiliki peran penting dalam membangun kebiasaan digital yang aman sekaligus membentuk karakter anak di tengah perkembangan teknologi yang semakin cepat.

Digital Mom Jadi Tantangan Baru di Era Digital

Prasetyawati menilai, perkembangan teknologi membuat peran ibu ikut mengalami perubahan. Di tengah derasnya arus informasi digital, keluarga membutuhkan sosok “Digital Mom”, yakni ibu yang tidak hanya mampu menggunakan teknologi, tetapi juga memahami cara mendampingi dan mengawasi aktivitas digital anak secara bijak.

Ia menilai literasi digital bagi para ibu kini menjadi kebutuhan penting agar anak tidak tumbuh tanpa pengawasan di ruang digital yang semakin terbuka. Mulai dari memahami fitur keamanan digital, pengaturan privasi, hingga pola penggunaan media sosial yang sehat dinilai perlu dikenalkan lebih luas kepada para orang tua.

Literasi Digital Harus Menjangkau Akar Rumput

Prasetyawati turut menekankan pentingnya pemerintah daerah memperluas edukasi mengenai keamanan digital hingga tingkat masyarakat bawah melalui PKK, Posyandu, maupun komunitas keluarga.

Ia menilai fitur pengawasan digital seperti Family Link dan pengaturan privasi perlu dikenalkan lebih luas agar orang tua memiliki bekal dalam melindungi anak saat menggunakan internet.

Selain keluarga, sekolah juga dinilai harus berperan aktif dalam membangun literasi digital. Tidak hanya mengajarkan penggunaan teknologi, tetapi juga etika berinternet dan cara mengenali bahaya siber sejak dini.

Menjaga Karakter Anak di Tengah Kemajuan Teknologi

Menurut Prasetyawati, menyiapkan generasi menuju Indonesia Emas 2045 tidak cukup hanya dengan penguasaan teknologi. Karakter dan ketahanan mental anak juga harus diperkuat sejak dari rumah.

Ia berharap rumah dapat menjadi ruang pertama yang menjaga anak agar teknologi benar-benar menjadi sarana belajar dan berkembang, bukan justru mengikis karakter generasi muda.


Comments

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *