gerindrajabar.id — Debat publik perdana Pemilihan Gubernur dan Wakil Gubernur Jawa Barat menjadi ajang bagi setiap pasangan calon memaparkan arah pembangunan lima tahun ke depan. Dalam forum yang digelar KPU Provinsi Jawa Barat di Graha Sanusi Hardjadinata, Kota Bandung, pasangan nomor urut 4, Dedi Mulyadi dan Erwan Setiawan, memperkenalkan visi pembangunan bertajuk Jawa Barat Istimewa.
Dalam penyampaian visi, Dedi Mulyadi menekankan pentingnya pembangunan yang berangkat dari karakter masyarakat Jawa Barat. Menurutnya, pembangunan tidak hanya berorientasi pada infrastruktur, tetapi juga harus memperkuat kualitas sumber daya manusia, ekonomi, birokrasi, dan pemerataan pembangunan.
Visi Panca Waluya Jadi Fondasi Pembangunan
Salah satu gagasan yang diperkenalkan Dedi Mulyadi adalah konsep Panca Waluya sebagai dasar pembangunan sumber daya manusia. Konsep tersebut menekankan lima karakter utama, yakni cageur (sehat), bageur (berakhlak baik), bener (berintegritas), pinter (cerdas), dan singer (tangguh).
Menurut Dedi, pembangunan pendidikan harus mampu melahirkan generasi yang memiliki kemampuan akademik sekaligus karakter yang kuat. Karena itu, peningkatan kualitas pendidikan dari tingkat dasar hingga perguruan tinggi menjadi salah satu prioritas yang ditawarkan.
Infrastruktur dan Ekonomi Harus Berjalan Seimbang
Selain pembangunan manusia, Dedi juga menyoroti pentingnya pemerataan infrastruktur di seluruh wilayah Jawa Barat. Ia menilai pembangunan harus mampu mengurangi kesenjangan antara kawasan utara dan selatan, serta antara wilayah perkotaan dan pedesaan.
Di sektor ekonomi, pasangan Dedi–Erwan menawarkan penguatan investasi yang tetap berpihak kepada ekonomi kerakyatan. Pengembangan UMKM dan potensi desa dinilai menjadi bagian penting dalam menciptakan pertumbuhan ekonomi yang lebih merata.

Talenta Digital Perlu Terhubung dengan Dunia Kerja
Pada sesi pembahasan pengembangan talenta digital, Dedi menilai kemampuan digital generasi muda harus diarahkan pada sektor yang produktif. Menurutnya, penguasaan teknologi tidak cukup hanya menjadi keterampilan, tetapi juga harus mampu membuka peluang kerja dan mendorong pertumbuhan ekonomi.
Ia juga mengingatkan bahwa perkembangan teknologi digital perlu diimbangi dengan edukasi agar masyarakat mampu memanfaatkan teknologi secara positif sekaligus menghindari berbagai dampak negatif di ruang digital.
Angkat Persoalan Nyata Masyarakat
Menjelang akhir debat, Dedi Mulyadi menyampaikan berbagai persoalan yang ditemuinya saat berinteraksi langsung dengan masyarakat. Mulai dari akses layanan kesehatan, pendidikan, irigasi pertanian, hingga persoalan infrastruktur dasar menjadi perhatian dalam gagasan pembangunan yang ditawarkan.
Menurutnya, berbagai persoalan tersebut menjadi alasan mengapa pembangunan harus berangkat dari kebutuhan riil masyarakat. Ia meyakini kolaborasi antara pemerintah dan masyarakat menjadi kunci untuk mewujudkan Jawa Barat yang lebih maju, berdaya saing, dan sejahtera.
Debat publik perdana tersebut menjadi tahap awal penyampaian visi dan program pasangan calon kepada masyarakat. Melalui forum tersebut, setiap pasangan calon mendapat kesempatan menjelaskan gagasan sekaligus menawarkan solusi terhadap berbagai tantangan pembangunan di Jawa Barat.




