gerindrajabar.id — Perbaikan rumah tidak layak huni (RUTILAHU) menjadi salah satu bagian dari upaya meningkatkan kualitas permukiman masyarakat. Di Kabupaten Garut, perhatian terhadap kebutuhan tersebut terus berkembang, termasuk melalui fasilitasi Pemerintah Provinsi Jawa Barat di Kecamatan Cikelet.
Anggota Fraksi Partai Gerindra DPRD Jawa Barat, Dede Kusdinar, menilai realisasi bantuan rutilahu di wilayah tersebut menjadi langkah konkret untuk membantu masyarakat yang membutuhkan perbaikan tempat tinggal. Cikelet menjadi salah satu wilayah yang memiliki kebutuhan rutilahu cukup besar.
Kebutuhan tersebut diketahui dalam kegiatan pengawasan penyelenggaraan pemerintahan yang dilakukan pada Agustus 2026. Dalam kegiatan itu, masyarakat menyampaikan harapan agar pemerintah turut membantu memperbaiki rumah yang kondisinya membutuhkan penanganan.
Kebutuhan Rutilahu Garut Masih Besar
Berdasarkan informasi yang dihimpun Dede, kebutuhan rutilahu di Kabupaten Garut mencapai 1.471 unit. Angka tersebut menunjukkan masih besarnya kebutuhan pembiayaan untuk memperbaiki rumah masyarakat.
Kondisi itu membuat penyelesaian kebutuhan rutilahu membutuhkan dukungan pendanaan dari berbagai tingkatan pemerintahan. Pembagian dukungan pembiayaan dinilai dapat menjadi salah satu cara untuk memperluas jangkauan program perbaikan rumah.
Bantuan dari Pemerintah Provinsi Jawa Barat menjadi salah satu bentuk dukungan yang sudah dirasakan masyarakat. Dalam sumber tersebut disebutkan, dukungan itu juga bersumber dari hasil gotong royong ASN Pemerintah Provinsi Jawa Barat.
Bagi masyarakat yang telah menerima bantuan, program rutilahu memberikan solusi atas kebutuhan perbaikan rumah. Namun, besarnya jumlah kebutuhan menunjukkan bahwa dukungan serupa masih diperlukan di wilayah lainnya.
Cikelet Juga Membutuhkan Pemberdayaan Ekonomi
Perhatian terhadap masyarakat di Kecamatan Cikelet, menurut Dede, tidak berhenti pada persoalan tempat tinggal. Perbaikan kesejahteraan juga menjadi kebutuhan yang perlu mendapat perhatian.
Salah satu bentuknya dapat dilakukan melalui program pemberdayaan ekonomi. Dengan demikian, penanganan kebutuhan masyarakat tidak hanya berkaitan dengan kondisi rumah, tetapi juga upaya memperbaiki kesejahteraan.
Dede menilai dukungan pemerintah terhadap perbaikan rumah masyarakat perlu terus berjalan seiring dengan kebutuhan di lapangan. Program rutilahu menjadi salah satu bentuk fasilitasi yang dapat membantu masyarakat memenuhi kebutuhan tempat tinggal yang lebih layak.
Rumah Layak Perlu Memperhatikan Aspek Kesehatan
Perbaikan rumah melalui program rutilahu juga perlu memperhatikan kondisi rumah setelah dibangun. Menurut Dede, rumah yang menjadi sasaran program tidak hanya harus diperbaiki secara fisik, tetapi juga memperhatikan unsur kesehatan.
Hal tersebut menjadi bagian penting dalam upaya meningkatkan kualitas permukiman masyarakat. Rumah yang sehat diharapkan dapat mendukung kondisi kehidupan masyarakat yang lebih baik.
Realisasi rutilahu di Kecamatan Cikelet Garut menjadi salah satu langkah dalam menjawab kebutuhan tersebut. Di tengah kebutuhan Kabupaten Garut yang masih mencapai 1.471 unit, dukungan dari berbagai tingkatan pemerintahan menjadi bagian penting untuk memperluas penanganan rumah yang membutuhkan perbaikan.




