GerindraJabar — Semangat para petani Cianjur kembali mendapat suntikan energi baru. Anggota Komisi IV DPRD Jawa Barat, Abdul Karim, S.H., mengajak para petani untuk memanfaatkan peluang besar yang terbuka di era pemerintahan Presiden Prabowo Subianto. Ajakan itu ia sampaikan dalam acara Mimbar Sarasehan Festival Ngopi Tani yang digelar di Puncak Resort International, Kabupaten Cianjur.
Kegiatan ini dihadiri para tokoh petani yang selama ini aktif dalam pengembangan pertanian daerah. Abdul Karim menekankan bahwa peluang pasar pertanian saat ini jauh lebih terbuka dibanding sebelumnya, sehingga petani harus tetap konsisten, semangat, dan terus berinovasi.
Peluang Baru untuk Petani di Pemerintahan Presiden Prabowo
Abdul Karim menyebut bahwa pemerintahan Presiden Prabowo tengah menyiapkan fondasi kuat untuk memperkuat sektor pangan nasional. Menurutnya, ini adalah momentum yang tidak boleh disia-siakan oleh para petani.
“Sekarang pasar terbuka luas. Di era Presiden Prabowo, peluang bagi hasil pertanian sangat besar,” ujarnya di hadapan para peserta.
Ia menjelaskan bahwa program-program pemerintah saat ini memberi ruang lebih besar bagi petani untuk ikut dalam rantai penyediaan pangan, termasuk lewat program Makan Bergizi Gratis (MBG). Melalui program ini, bahan pangan lokal akan terserap langsung untuk kebutuhan dapur MGB, sehingga hasil pertanian masyarakat bisa memiliki pasar yang lebih pasti.

Koperasi Merah Putih untuk Kemandirian Petani
Selain itu, Abdul Karim juga menyinggung Program Koperasi Merah Putih, yang dinilai sangat strategis bagi para petani desa. Melalui koperasi, petani dapat memperoleh akses permodalan, pembinaan, hingga jaringan distribusi yang lebih stabil.
“Pemerintah sudah menyiapkan pondasi kuat. Tugas kita menjaga konsistensi dan menghadirkan inovasi agar petani mampu bersaing,” jelasnya.
KTNA: Jangan Khawatir Pasar, Kami Siap Serap Produksi
Ketua Kontak Tani Nelayan Andalan (KTNA) Cianjur, Sofyan Noor, menyampaikan bahwa festival ini menjadi prototipe kegiatan nasional. Ia menekankan bahwa petani tidak perlu lagi khawatir soal pemasaran.
“Semua elemen petani harus terangkat kembali. Enggak usah mikirin pasar, kami importan jadi off takernya,” ujarnya.
Sofyan menegaskan bahwa Cianjur memiliki identitas kuat sebagai wilayah pertanian. Dengan program MBG, ia yakin pasar para petani semakin stabil karena hasil produksi dapat langsung dipasok ke dapur program nasional tersebut.
Festival Ngopi Tani Hadirkan Semangat Baru Pertanian Desa
Festival Ngopi Tani tak hanya menghadirkan sarasehan, tetapi juga ruang dialog antara petani, pelaku usaha desa, dan penggiat koperasi. Para peserta membahas strategi memperkuat ketahanan pangan nasional dengan mengutamakan kemandirian desa.
Acara juga diramaikan oleh bazar produk unggulan desa. Salah satu yang menarik perhatian adalah stand Addrienta Farm yang menampilkan beragam sayuran hidroponik segar tanpa bahan pengawet. Produk-produk ini dianggap menunjukkan wajah baru pertanian modern berbasis desa.
Kegiatan ini menjadi momentum memperkuat kolaborasi antara petani, BUM Desa, dan koperasi dalam membangun ekonomi desa yang berdaya saing tinggi, sekaligus memastikan pertanian tetap menjadi tulang punggung masyarakat Cianjur.








Leave a Reply