gerindrajabar.id — Peran pesantren sebagai motor pembangunan kembali ditegaskan Anggota DPRD Jawa Barat, Abdul Karim, saat menghadiri haul pendiri Pondok Pesantren Al-Huda Parungpayung di Desa Bojonglarang, Kecamatan Cijati, Kabupaten Cianjur. Momentum tersebut menjadi pengingat bahwa pesantren tidak hanya berfungsi sebagai lembaga pendidikan, tetapi juga memiliki peran strategis dalam membangun masyarakat.
Dalam kegiatan yang dihadiri para ulama dan masyarakat tersebut, Abdul Karim menilai pesantren memiliki kontribusi besar dalam membentuk karakter generasi muda. Nilai-nilai keagamaan yang ditanamkan di lingkungan pesantren menjadi fondasi penting dalam menciptakan sumber daya manusia yang berakhlak dan berdaya saing.
Abdul Karim Soal Pesantren dan Peran Pembangunan
Menurutnya, pesantren memiliki posisi yang kuat dalam pembangunan sosial, terutama di wilayah pedesaan. Keberadaan pesantren tidak hanya mencetak santri, tetapi juga menjadi pusat pembinaan masyarakat dan penguatan nilai kebangsaan.
Peran ini dinilai semakin relevan di tengah tantangan pembangunan saat ini, di mana keseimbangan antara kecerdasan intelektual dan karakter menjadi kebutuhan utama.
Dukungan Pemerintah untuk Pesantren
Abdul Karim menegaskan bahwa pemerintah daerah bersama DPRD akan terus mendorong program-program yang mendukung kemajuan pesantren. Dukungan tersebut diharapkan tidak hanya bersifat simbolis, tetapi juga diwujudkan dalam kebijakan nyata yang berdampak langsung bagi pengembangan pesantren.
Selain itu, sinergi antara pemerintah dan kalangan pesantren dinilai menjadi kunci dalam menciptakan pembangunan yang berkelanjutan. Kolaborasi ini penting agar pesantren dapat terus berkembang dan beradaptasi dengan kebutuhan zaman.
Harapan Masyarakat dan Ulama
Dalam momentum haul tersebut, para tokoh agama juga menyampaikan harapan agar program pemerintah dapat lebih menyentuh kebutuhan masyarakat. Dukungan yang konkret diharapkan mampu meningkatkan kesejahteraan, khususnya di lingkungan pesantren.
Kegiatan yang berlangsung khidmat ini menjadi ajang silaturahmi antara ulama, umara, dan masyarakat. Lebih dari itu, pertemuan ini memperkuat komitmen bersama untuk menjadikan pesantren sebagai pusat pendidikan sekaligus pilar pembangunan umat.








Leave a Reply