gerindrajabar.id — Peran HKTI (Himpunan Kerukunan Tani Indonesia) semakin penting dalam menjaga ketahanan pangan nasional. Di tengah tantangan iklim dan dinamika produksi, kolaborasi lintas sektor menjadi kebutuhan utama agar sektor pertanian tetap kuat dan berkelanjutan.
Anggota DPRD Jawa Barat Komisi 5, Andhika Surya Gumilar, menilai HKTI memiliki posisi strategis dalam menghubungkan kebutuhan petani dengan arah kebijakan pemerintah. Menurutnya, organisasi ini tidak hanya berperan sebagai wadah, tetapi juga sebagai penggerak perubahan di sektor pertanian.
Tantangan Pertanian Tidak Lagi Sekadar Produksi
Andhika menjelaskan bahwa persoalan pertanian saat ini semakin kompleks. Selain produksi, petani juga dihadapkan pada keterbatasan akses pasar, teknologi, dan keberlanjutan usaha.
Karena itu, ia menilai pendekatan kebijakan tidak bisa lagi parsial. Diperlukan kerja sama yang kuat antara HKTI, pemerintah daerah, dan DPRD agar program yang dijalankan benar-benar menyentuh kebutuhan petani.
Penguatan Program dan Kesejahteraan Petani
Andhika Surya Gumilar mendorong pengembangan program berbasis daerah yang lebih konkret. Fokusnya mencakup peningkatan kapasitas petani, pemanfaatan teknologi pertanian, serta penguatan distribusi hasil panen.
Langkah tersebut diharapkan mampu meningkatkan nilai ekonomi hasil pertanian sekaligus memperkuat ketahanan pangan daerah.
Dengan sinergi yang solid, Andhika berharap HKTI terus menjadi motor penggerak sektor pertanian. Tujuannya jelas, memastikan kebijakan yang dihasilkan tidak hanya tepat sasaran, tetapi juga berdampak langsung pada kesejahteraan petani.








Leave a Reply