gerindrajabar.id — Penanganan stunting perlu dilakukan secara terintegrasi agar mampu menciptakan generasi yang sehat, cerdas, dan berdaya saing. Selain pemenuhan gizi, upaya tersebut juga perlu didukung oleh pendidikan, pola asuh, serta lingkungan yang mendorong tumbuh kembang anak secara optimal.
Anggota Komisi V DPRD Provinsi Jawa Barat dari Fraksi Partai Gerindra, Irpan Haeroni, menilai seluruh aspek tersebut saling berkaitan. Menurutnya, peningkatan kualitas sumber daya manusia akan lebih efektif apabila program kesehatan, pendidikan, dan kesejahteraan keluarga berjalan secara beriringan.
Penanganan Stunting Perlu Pendekatan Menyeluruh
Stunting dan kekurangan gizi masih menjadi tantangan dalam pembangunan sumber daya manusia. Dampaknya tidak hanya berkaitan dengan kondisi fisik anak, tetapi juga dapat memengaruhi proses tumbuh kembang apabila tidak ditangani sejak dini.
Meski demikian, perkembangan intelektual anak tidak hanya ditentukan oleh kecukupan gizi. Kualitas pendidikan, stimulasi belajar, lingkungan keluarga, serta kondisi sosial ekonomi juga memiliki pengaruh terhadap kemampuan berpikir dan proses belajar anak.
Oleh karena itu, penanganan stunting memerlukan pendekatan yang menyeluruh agar setiap program saling mendukung dan memberikan hasil yang lebih optimal.
Pendidikan dan Pola Asuh Saling Melengkapi
Irpan menilai pendidikan sejak usia dini perlu berjalan seiring dengan upaya pemenuhan gizi. Anak membutuhkan asupan yang cukup untuk mendukung pertumbuhan, sekaligus lingkungan belajar yang mampu mengembangkan kemampuan kognitif dan karakter.
Peran keluarga juga menjadi bagian yang tidak terpisahkan. Orang tua diharapkan membangun kebiasaan belajar di rumah, memberikan stimulasi yang sesuai dengan usia anak, serta menciptakan interaksi yang positif dalam kehidupan sehari-hari.
Dengan dukungan tersebut, anak memiliki kesempatan lebih besar untuk tumbuh sehat sekaligus berkembang menjadi pribadi yang mandiri dan berprestasi.
Kolaborasi Jadi Kunci Wujudkan Generasi Unggul
Irpan juga menilai penguatan sinergi antara sektor kesehatan, pendidikan, dan kesejahteraan sosial perlu terus dilakukan. Kolaborasi lintas sektor akan membuat program penanganan stunting berjalan lebih efektif dan menjangkau lebih banyak keluarga.
Di samping itu, pemberdayaan ekonomi masyarakat juga menjadi faktor yang mendukung keberhasilan berbagai program pembangunan manusia. Kondisi keluarga yang lebih baik akan membantu pemenuhan kebutuhan gizi, pendidikan, dan kesehatan anak secara berkelanjutan.
Ia berharap berbagai program yang telah berjalan dapat terus diperkuat melalui kerja sama seluruh pemangku kepentingan. Dengan langkah yang terintegrasi, Jawa Barat diharapkan mampu melahirkan generasi unggul yang sehat, memiliki kemampuan intelektual yang baik, serta siap menghadapi tantangan pembangunan di masa depan.




