CARI BERITA & INFORMASI

Andhika Surya Gumilar Nilai Pariwisata dan PMI Jadi Penggerak Ekonomi Jabar

Andhika Surya Gumilar Nilai Pariwisata dan PMI Berpotensi Menggerakkan Ekonomi Jawa Barat

gerindrajabar.id — Penguatan ekonomi daerah menjadi salah satu langkah penting untuk menjaga ketahanan ekonomi di tengah berbagai tantangan global. Selain sektor industri dan perdagangan, pengembangan pariwisata serta peningkatan kualitas pekerja migran Indonesia dinilai memiliki potensi besar dalam mendorong pertumbuhan ekonomi yang berkelanjutan.

Anggota DPRD Provinsi Jawa Barat, Andhika Surya Gumilar, menilai sektor pariwisata dan pekerja migran Indonesia (PMI) dapat menjadi penggerak ekonomi sekaligus memberikan kontribusi terhadap peningkatan devisa negara. Menurutnya, kedua sektor tersebut memiliki dampak langsung terhadap aktivitas ekonomi masyarakat apabila terus dikembangkan secara optimal.

Pariwisata Jabar Miliki Potensi Besar

Andhika mengatakan Jawa Barat memiliki beragam potensi wisata yang dapat menjadi daya tarik bagi wisatawan domestik maupun mancanegara. Kekayaan alam, budaya, sejarah, kuliner, hingga ekonomi kreatif menjadi modal penting untuk memperkuat sektor pariwisata di daerah.

Menurutnya, meningkatnya kunjungan wisatawan tidak hanya memberikan manfaat bagi sektor pariwisata Jabar. Kehadiran wisatawan juga mampu menggerakkan berbagai bidang usaha, mulai dari perhotelan, transportasi, perdagangan, hingga usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM).

Ia menilai pengembangan destinasi wisata harus dilakukan secara terintegrasi dengan promosi yang berkelanjutan. Langkah tersebut diyakini mampu meningkatkan daya saing pariwisata Jawa Barat sekaligus memberikan kontribusi lebih besar terhadap perekonomian daerah.

Pekerja Migran Berkontribusi pada Devisa

Selain pariwisata, Andhika juga menyoroti peran pekerja migran Indonesia sebagai salah satu penyumbang devisa bagi negara. Remitansi yang dikirim pekerja migran dinilai mampu membantu meningkatkan kesejahteraan keluarga sekaligus menggerakkan roda perekonomian di daerah asal.

Namun demikian, ia menegaskan peningkatan kontribusi pekerja migran tidak cukup hanya melalui penambahan jumlah tenaga kerja yang bekerja di luar negeri. Yang lebih penting adalah meningkatkan kualitas sumber daya manusia agar mampu bersaing di pasar kerja internasional.

Tingkatkan Kompetensi Tenaga Kerja

Andhika mendorong pemerintah untuk terus memperluas program pelatihan vokasi, sertifikasi profesi, serta penguasaan bahasa asing bagi calon pekerja migran Indonesia. Menurutnya, kompetensi yang baik akan membuka peluang memperoleh pekerjaan dengan nilai tambah dan pendapatan yang lebih tinggi.

Ia berharap pengembangan sektor pariwisata dan peningkatan kualitas pekerja migran dapat berjalan beriringan. Dengan dukungan pemerintah, dunia usaha, dan masyarakat, kedua sektor tersebut diyakini mampu menjadi penggerak ekonomi Jawa Barat sekaligus memberikan kontribusi nyata terhadap peningkatan devisa dan kesejahteraan masyarakat.