CARI BERITA & INFORMASI

Abdul Karim Ingin Pemilih Pemula Cerdas, Tidak Sekadar Mencoblos

Abdul Karim Berikan Pendidikan Demokrasi kepada pemilih pemula Pelajar Cianjur

gerindrajabar.id — Generasi muda akan memegang peran penting dalam menentukan arah demokrasi Indonesia pada masa mendatang. Karena itu, pemahaman mengenai demokrasi dan hak sebagai warga negara perlu diperkenalkan sejak masih berada di bangku sekolah agar para pelajar siap menjadi pemilih yang cerdas dan bertanggung jawab.

Pendidikan demokrasi menjadi salah satu upaya untuk membangun kesadaran politik sekaligus meningkatkan literasi generasi muda. Bekal tersebut dinilai penting agar pemilih pemula mampu mengambil keputusan secara rasional ketika mengikuti pemilu.

Pembahasan tersebut disampaikan dalam kegiatan Pendidikan Demokrasi yang berlangsung di Gelanggang Generasi Muda (GGM) Kabupaten Cianjur. Kegiatan itu diikuti ratusan pelajar dari berbagai sekolah.

Pelajar Bersiap Menjadi Pemilih Pemula

Anggota DPRD Provinsi Jawa Barat, Abdul Karim, menjelaskan bahwa pelajar yang saat ini masih menempuh pendidikan dalam beberapa tahun ke depan akan memasuki usia pemilih. Karena itu, pemahaman mengenai demokrasi perlu diberikan sejak dini agar mereka tidak hanya menggunakan hak pilih, tetapi juga memahami tanggung jawab sebagai warga negara.

Menurutnya, pemilih pemula memiliki pengaruh besar terhadap kualitas demokrasi di Indonesia. Semakin baik pemahaman generasi muda terhadap proses demokrasi, semakin besar pula peluang terciptanya kehidupan politik yang sehat dan berkualitas.

Demokrasi Lebih dari Sekadar Pemilu

Abdul Karim menjelaskan bahwa demokrasi tidak hanya dimaknai sebagai kegiatan memberikan suara saat pemilu. Demokrasi juga mencakup sikap menghargai perbedaan pendapat, mengedepankan musyawarah, serta berpartisipasi aktif dalam kehidupan bermasyarakat dan bernegara.

Ia menilai pendidikan demokrasi dapat membentuk generasi yang lebih kritis terhadap berbagai persoalan publik. Kemampuan tersebut juga penting untuk membantu generasi muda menyaring informasi dan menghindari penyebaran informasi yang menyesatkan di era digital.

Literasi Politik Bangun Generasi Berkualitas

Dalam sesi dialog, para pelajar aktif mengajukan pertanyaan mengenai sistem demokrasi di Indonesia, fungsi lembaga legislatif, serta peran masyarakat dalam mengawal jalannya pemerintahan. Antusiasme peserta menunjukkan besarnya minat generasi muda untuk memahami proses demokrasi secara lebih mendalam.

Bagi Abdul Karim, pendidikan demokrasi merupakan investasi jangka panjang dalam membangun karakter generasi muda. Ia meyakini pelajar yang memiliki literasi politik yang baik akan tumbuh menjadi warga negara yang bertanggung jawab, mampu menghargai perbedaan, serta berpartisipasi aktif dalam menjaga kualitas demokrasi Indonesia.