gerindrajabar.id — Pemerintah Provinsi Jawa Barat mengambil alih tanggung jawab penyelenggaraan Musabaqah Tilawatil Quran (MTQ) 2027 yang sebelumnya dijadwalkan berlangsung di Kabupaten Garut. Keputusan tersebut diambil Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi dengan mempertimbangkan kondisi fiskal Kabupaten Garut.
Anggota DPRD Jawa Barat, Tina Wiryawati, menyambut baik dan mendukung langkah tersebut. Menurutnya, kondisi anggaran Kabupaten Garut tidak seharusnya menjadi penghambat pelaksanaan MTQ yang memiliki nilai penting bagi kehidupan keagamaan dan sosial masyarakat.
MTQ Bukan Sekadar Perlombaan
Tina melihat MTQ memiliki peran yang lebih luas daripada kompetisi bagi qari dan qariah. Kegiatan ini menjadi bagian dari pembinaan keagamaan serta sarana menumbuhkan kecintaan generasi muda terhadap al-Qur’an.
MTQ juga dapat menjadi ruang untuk mempererat silaturahmi masyarakat dari berbagai daerah di Jawa Barat. Karena itu, keberlanjutan penyelenggaraannya perlu dijaga dengan dukungan pemerintah.
Pengambilalihan oleh Pemprov Jabar membuat kebutuhan pembiayaan tidak sepenuhnya menjadi beban pemerintah daerah yang sebelumnya ditetapkan sebagai tuan rumah. Skema tersebut diharapkan dapat membuat pelaksanaan MTQ tetap berjalan tanpa mengabaikan kondisi fiskal daerah.
Pembinaan Qari dan Qariah Perlu Berlanjut
Tina berharap perubahan skema penyelenggaraan dapat diikuti dengan peningkatan kualitas MTQ 2027. Salah satu hal yang perlu mendapat perhatian adalah pembinaan qari dan qariah di tingkat kabupaten dan kota.
Pemerintah daerah tetap perlu mempersiapkan peserta secara serius. Pembinaan yang dilakukan sejak tingkat daerah menjadi bagian penting untuk menghasilkan peserta yang berkualitas.
Menurut Tina, pembinaan tilawah al-Qur’an juga tidak seharusnya hanya dilakukan menjelang pelaksanaan MTQ. Proses tersebut perlu berjalan secara berkelanjutan agar kemampuan peserta terus berkembang.
Rangkaian MTQ 2027 di Jawa Barat
Pemprov Jabar telah menyiapkan skema baru untuk penyelenggaraan MTQ 2027. Rangkaian kegiatan direncanakan diawali dengan pembukaan di Gedung Sate, Kota Bandung.
Sementara itu, acara penutupan direncanakan berlangsung di Masjid Raya Al Jabbar. Perubahan lokasi penyelenggaraan tersebut menjadi bagian dari skema pengambilalihan oleh Pemerintah Provinsi Jawa Barat.
Tina berharap MTQ 2027 tidak hanya sukses dari sisi pelaksanaan. Agenda tersebut juga diharapkan mampu memperkuat syiar Islam, pembinaan generasi muda, serta ukhuwah antarmasyarakat dan antardaerah di Jawa Barat.
Dengan dukungan pemerintah provinsi dan pemerintah kabupaten serta kota, keberlanjutan MTQ diharapkan tetap terjaga. Lebih dari sebuah ajang perlombaan, MTQ dapat terus menjadi ruang untuk memperkuat nilai keagamaan dan kebersamaan masyarakat Jawa Barat.




