GerindraJabar — Pendidikan demokrasi menjadi kebutuhan penting bagi generasi muda di tengah perkembangan informasi yang semakin cepat. Hal ini disampaikan Abdul Karim, anggota Komisi IV DPRD Jawa Barat, dalam kegiatan Pendidikan Demokrasi yang digelar di Meeting Room Rumah Makan Teh Sari, Desa Nagrak, Kecamatan Cianjur.
Kegiatan ini diikuti pelajar dan mahasiswa dari berbagai sekolah serta perguruan tinggi di Kabupaten Cianjur. Dengan tema “Sejarah Demokrasi,” acara tersebut menjadi ruang belajar bagi anak muda untuk mengenal nilai-nilai demokrasi secara lebih sederhana dan dekat dengan keseharian mereka.
Memahami Demokrasi Sejak Usia Muda
Menurut Abdul Karim, demokrasi bukan hanya soal pemilu atau kebebasan berpendapat. Lebih dari itu, demokrasi erat kaitannya dengan etika berdialog, kemampuan menghargai perbedaan, serta tanggung jawab sebagai warga negara.
“Pendidikan demokrasi harus dimulai sejak dini. Dengan begitu, para pelajar memahami bahwa demokrasi juga tentang tanggung jawab sosial,” ujarnya.
Ia melihat bahwa ruang edukasi seperti ini sangat penting, terutama untuk memperkuat kemampuan berpikir kritis dan karakter generasi muda Cianjur.

Peserta Aktif Bertanya dan Berdiskusi
Selama kegiatan berlangsung, para peserta menunjukkan antusiasme yang tinggi. Banyak di antara mereka yang mengajukan pertanyaan dan terlibat dalam diskusi. Bagi Abdul Karim, antusiasme ini menandakan bahwa anak muda Cianjur memiliki kepedulian terhadap isu kebangsaan.
Ia berharap kegiatan serupa dapat digelar di lebih banyak wilayah. Menurutnya, pendidikan demokrasi adalah langkah nyata untuk membangun generasi yang berpikir terbuka, beretika, dan mencintai tanah air.

Media Sosial sebagai Ruang Belajar Baru
Kegiatan ini turut menghadirkan Sayekti Nawang Wulan, aktivis dan konten kreator yang akrab disapa Kak Naomi. Ia memaparkan bagaimana media sosial dapat digunakan sebagai wadah yang positif untuk menyebarkan nilai demokrasi.
Menurut Kak Naomi, media sosial tidak hanya menjadi tempat berbagi informasi. Lebih dari itu, platform digital bisa menjadi ruang edukasi, kampanye isu publik, hingga sarana memperkuat toleransi antar anak muda.
Membangun Generasi Demokratis dan Berkarakter
Abdul Karim menegaskan bahwa pendidikan demokrasi adalah investasi jangka panjang. Ia ingin generasi muda tumbuh dengan wawasan kebangsaan yang kuat, kemampuan berpikir kritis, dan kualitas etika yang baik.
DPRD Jabar akan terus mendukung program yang memperkuat nilai demokrasi di kalangan pelajar dan mahasiswa. Harapannya, nilai-nilai tersebut tidak hanya dipahami secara teori, tetapi juga diterapkan dalam kehidupan sehari-hari.








Leave a Reply