gerindrajabar.id — Pembangunan infrastruktur jalan terus menjadi salah satu prioritas Pemerintah Provinsi Jawa Barat dalam beberapa tahun terakhir. Upaya tersebut dinilai penting karena kualitas jalan berpengaruh langsung terhadap konektivitas antardaerah, kelancaran distribusi barang, hingga pertumbuhan ekonomi masyarakat.
Anggota Komisi IV DPRD Provinsi Jawa Barat, Prasetyawati, menilai pembangunan infrastruktur yang telah dimulai sejak 2025 perlu dilanjutkan secara konsisten pada 2026. Menurutnya, penyelesaian pembangunan jalan secara menyeluruh akan memberikan manfaat jangka panjang dibandingkan perbaikan yang dilakukan secara parsial.
Jalan Jadi Penopang Aktivitas Ekonomi
Prasetyawati mengatakan jalan provinsi merupakan salah satu urat nadi perekonomian Jawa Barat. Infrastruktur yang baik akan memperlancar mobilitas masyarakat sekaligus mempercepat distribusi hasil pertanian, industri, dan perdagangan.
Menurutnya, Jawa Barat memiliki luas wilayah lebih dari 35 ribu kilometer persegi dengan jumlah penduduk lebih dari 50 juta jiwa. Kondisi tersebut membutuhkan jaringan jalan yang terhubung dengan baik agar aktivitas ekonomi di seluruh wilayah dapat berjalan lancar.
Karena itu, pembangunan infrastruktur harus tetap menjadi prioritas pemerintah daerah.
Pembangunan Dilakukan Secara Menyeluruh
Prasetyawati menjelaskan pembangunan jalan perlu dilakukan secara menyeluruh agar menghasilkan kualitas yang lebih baik dan memiliki usia pakai yang lebih panjang.
Selain peningkatan kualitas jalan yang sudah ada, pemerintah juga diharapkan mempercepat pembangunan jalur strategis baru serta penanganan ruas jalan yang mengalami kerusakan akibat tingginya intensitas kendaraan maupun faktor cuaca.
Ia menambahkan, saat ini masih terdapat ribuan kilometer jalan provinsi yang membutuhkan pemeliharaan dan peningkatan kualitas. Oleh sebab itu, keberlanjutan program pembangunan dinilai sangat penting untuk menjawab kebutuhan masyarakat.
Prioritaskan Kawasan Strategis dan Daerah Terpencil
Menurut Prasetyawati, pembangunan jalan tidak boleh hanya berfokus pada kawasan perkotaan. Wilayah perdesaan, daerah tertinggal, serta kawasan strategis ekonomi juga membutuhkan perhatian agar pemerataan pembangunan dapat terwujud.
Penguatan akses menuju kawasan industri maupun sentra pertanian diyakini akan meningkatkan daya saing daerah sekaligus membantu memperlancar distribusi hasil produksi masyarakat.
Ia menilai pembangunan jalan yang merata akan berdampak langsung terhadap peningkatan kesejahteraan masyarakat di berbagai wilayah Jawa Barat.
Pengawasan Jadi Faktor Penting
Prasetyawati menegaskan DPRD Jawa Barat mendukung penuh program pembangunan infrastruktur yang berpihak kepada kepentingan masyarakat. Namun demikian, setiap pelaksanaan proyek harus disertai pengawasan yang ketat agar hasil pembangunan sesuai dengan standar yang telah ditetapkan.
Menurutnya, pengawasan perlu dilakukan mulai dari kualitas material, metode pelaksanaan pekerjaan, hingga penggunaan anggaran secara transparan dan akuntabel. Dengan demikian, jalan yang dibangun tidak hanya selesai tepat waktu, tetapi juga memiliki kualitas yang baik dan mampu memberikan manfaat dalam jangka panjang.
Ia berharap pembangunan infrastruktur jalan terus menjadi prioritas pemerintah karena hampir setiap aspirasi masyarakat yang diterima DPRD masih berkaitan dengan kondisi jalan. Menurutnya, infrastruktur yang berkualitas akan memperkuat konektivitas, mendorong pertumbuhan ekonomi, sekaligus meningkatkan pelayanan kepada masyarakat di seluruh wilayah Jawa Barat.




