CARI BERITA & INFORMASI

Andhika Surya Gumilar Dorong Pendidikan Karakter Lewat Pengalaman Langsung di Masyarakat

Andhika Surya Gumilar Jadi Pembina Apel Trip Observasi SMA Labschool Jakarta

gerindrajabar.id — Pendidikan karakter tidak cukup hanya diberikan melalui pembelajaran di ruang kelas. Pengalaman berinteraksi langsung dengan masyarakat dan lingkungan sosial dinilai menjadi bagian penting dalam membentuk siswa agar memiliki pemahaman yang lebih utuh tentang kehidupan di luar lingkungan sekolah.

Hal tersebut menjadi perhatian Anggota DPRD Jawa Barat, Andhika Surya Gumilar, saat menjadi pembina apel pembukaan Trip Observasi (TO) siswa SMA Labschool Jakarta di Kampung Adat Banceuy, Desa Sanca, Kecamatan Ciater, Kabupaten Subang, Minggu (27/9/2026).

Kegiatan Trip Observasi memberikan kesempatan kepada para siswa untuk mengenal kehidupan masyarakat pedesaan secara langsung. Selama berada di Kampung Adat Banceuy, siswa tidak hanya melakukan kegiatan observasi, tetapi juga mempelajari kebudayaan serta kearifan lokal yang masih dipertahankan masyarakat setempat.

Belajar dari Kehidupan Masyarakat

Andhika menilai pengalaman berada di tengah masyarakat dapat memperluas cara pandang siswa. Kehidupan sosial, budaya, dan kebiasaan masyarakat menjadi pembelajaran yang tidak selalu bisa diperoleh melalui materi akademik di sekolah.

Menurutnya, kemampuan akademik dan penguasaan teknologi tetap penting bagi generasi muda. Namun, keduanya perlu berjalan beriringan dengan pemahaman terhadap lingkungan sosial serta nilai-nilai yang berkembang di tengah masyarakat.

Trip Observasi juga menjadi ruang bagi siswa untuk melihat secara langsung bagaimana masyarakat pedesaan menjalankan kehidupan sehari-hari. Interaksi tersebut diharapkan dapat menumbuhkan kepedulian, kemampuan beradaptasi, serta penghargaan terhadap keberagaman budaya.

Andhika Surya Gumilar Trip Observasi Siswa SMA Labschool Jakarta di Kampung Adat Banceuy Subang

Karakter di Tengah Perkembangan Teknologi

Perkembangan teknologi digital menjadi tantangan tersendiri dalam pembentukan karakter generasi muda. Penggunaan gadget dan media sosial yang semakin dekat dengan kehidupan siswa membuat kemampuan memilah informasi dan memahami dampak lingkungan digital menjadi semakin penting.

Andhika menilai pendidikan karakter perlu berjalan beriringan dengan perkembangan teknologi. Penguasaan teknologi, menurutnya, perlu disertai nilai dan sikap yang menjadi bekal siswa ketika berhadapan dengan berbagai informasi serta lingkungan digital.

Pengalaman belajar langsung di masyarakat menjadi salah satu cara untuk mempertemukan pengetahuan dengan realitas kehidupan. Siswa tidak hanya memahami sesuatu secara teori, tetapi juga melihat bagaimana nilai sosial dan budaya diterapkan dalam kehidupan sehari-hari.

Lima Hari Belajar di Kampung Adat Banceuy

Kepala SMA Labschool Jakarta Badru Zaman, M.Pd., mengatakan Trip Observasi menjadi kesempatan bagi siswa untuk belajar dalam suasana yang berbeda dari kehidupan mereka sehari-hari di Jakarta.

Selama lima hari, para siswa dijadwalkan mengikuti berbagai kegiatan observasi dan berinteraksi dengan masyarakat Desa Banceuy. Sebelum berangkat, siswa telah mendapatkan pembekalan mengenai observasi, penelitian, serta langkah yang perlu dilakukan ketika menghadapi berbagai kondisi selama kegiatan.

Lingkungan Kampung Adat Banceuy diharapkan dapat memberikan pengalaman baru bagi para siswa dalam mengenal kehidupan desa, budaya lokal, dan pola interaksi masyarakat.

Melalui rangkaian kegiatan tersebut, pengalaman belajar tidak berhenti pada pengumpulan informasi, tetapi juga mendorong siswa untuk berinteraksi dan bekerja sama dengan warga. Pengalaman selama berada di Banceuy diharapkan menjadi bekal bagi siswa untuk memahami kehidupan masyarakat secara lebih dekat sekaligus memperkuat karakter dalam menghadapi lingkungan yang terus berubah.