gerindrajabar.id — Menjamin keselamatan masyarakat tidak cukup hanya dengan penanganan setelah bencana terjadi. Kesiapan sarana dan kecepatan pelayanan juga menjadi kebutuhan penting, terutama bagi warga yang tinggal jauh dari pusat pemerintahan. Hal ini menjadi perhatian dua legislator Gerindra di Kabupaten Tasikmalaya, Usman Kusmana dan Cecep Nuryakin, menyusul kebakaran yang menghanguskan lima rumah di Kecamatan Bojonggambir.
Peristiwa kebakaran di Kampung Cigupit, Desa Pedangkamulyan, pada Senin (12/10/2026) itu turut menyoroti kebutuhan pemerataan armada pemadam kebakaran (damkar). Dalam merespons persoalan tersebut, keduanya mendorong agar pengadaan mobil damkar di setiap kecamatan mendapat perhatian serius dalam perencanaan anggaran daerah.
Ketua Fraksi Gerindra DPRD Kabupaten Tasikmalaya, Usman Kusmana, menyampaikan bahwa pengadaan armada damkar perlu menjadi prioritas dalam pembahasan RAPBD 2027. Menurutnya, keberadaan unit pemadam di tingkat kecamatan dapat membantu mempercepat respons ketika kebakaran terjadi, khususnya di wilayah yang jauh dari pusat pelayanan.
Usulan Pengadaan Damkar Didorong dalam Pembahasan Anggaran
Usman menjelaskan bahwa kebutuhan pengadaan mobil damkar telah dibahas di Komisi III DPRD Kabupaten Tasikmalaya. Komisi tersebut juga merekomendasikan agar pengadaan armada dapat direalisasikan pada 2027.
Pemerataan armada menjadi salah satu hal yang perlu dipertimbangkan mengingat luasnya wilayah Kabupaten Tasikmalaya dan beragamnya tantangan akses menuju lokasi kejadian. Ketika jarak tempuh petugas terlalu jauh, upaya penanganan kebakaran berpotensi menghadapi kendala waktu.
Karena itu, perencanaan pengadaan perlu disertai pemetaan wilayah rawan kebakaran, kebutuhan setiap kecamatan, serta kesiapan personel dan peralatan pendukung. Dengan perencanaan yang terukur, anggaran yang dialokasikan diharapkan dapat memberikan manfaat nyata bagi masyarakat.

Cecep Nuryakin Salurkan Bantuan kepada Korban Kebakaran
Selain mendorong penguatan sarana penanggulangan kebakaran, Cecep Nuryakin turun langsung ke lokasi untuk membantu warga terdampak. Ketua Komisi II DPRD Kabupaten Tasikmalaya yang juga Pembina CNY Foundation tersebut bersama jajarannya menyalurkan bantuan bagi keluarga yang rumahnya terbakar maupun warga yang terdampak.
Bantuan diberikan kepada lima pemilik rumah yang hangus terbakar, masing-masing sebesar Rp2 juta. Sementara itu, dua warga yang rumahnya terdampak menerima bantuan masing-masing Rp500 ribu. Bantuan lainnya meliputi seragam sekolah untuk anak-anak, pakaian layak pakai, serta beras hasil donasi masyarakat.
Kehadiran dan penyaluran bantuan tersebut menjadi bagian dari upaya membantu warga melewati masa sulit setelah kehilangan tempat tinggal dan menghadapi kerusakan akibat kebakaran.
Di sisi lain, kejadian ini juga menjadi pengingat bahwa bantuan pascabencana perlu berjalan beriringan dengan penguatan upaya pencegahan dan kesiapsiagaan. Ketersediaan armada, kesiapan petugas, serta edukasi mengenai risiko kebakaran merupakan bagian penting dari perlindungan masyarakat.
Pemerataan Armada untuk Memperkuat Perlindungan Warga
Usulan pengadaan mobil damkar di setiap kecamatan diharapkan menjadi bahan pertimbangan dalam penyusunan RAPBD 2027. Pemerintah daerah dan DPRD perlu membahas kebutuhan tersebut dengan memperhatikan kondisi geografis, kemampuan anggaran, serta prioritas pelayanan publik.
Selain pengadaan kendaraan, dukungan terhadap personel, pemeliharaan armada, ketersediaan air, dan koordinasi penanganan darurat juga perlu diperhitungkan agar pelayanan dapat berjalan optimal.
Bagi masyarakat, kesiapan menghadapi kebakaran bukan sekadar persoalan jumlah kendaraan, melainkan menyangkut akses terhadap pertolongan ketika keadaan darurat terjadi. Karena itu, dorongan pemerataan armada damkar perlu ditindaklanjuti melalui perencanaan yang matang dan kebijakan yang berpihak pada keselamatan warga.




