gerindrajabar.id — Konektivitas wilayah menjadi salah satu perhatian dalam arah pembangunan Jawa Barat pada 2027. Infrastruktur jalan tidak hanya dibutuhkan untuk menghubungkan pusat-pusat permukiman, tetapi juga memastikan aktivitas ekonomi masyarakat di wilayah produksi dapat berjalan lebih lancar.
Hal tersebut menjadi perhatian Anggota Fraksi Partai Gerindra DPRD Jawa Barat dari daerah pemilihan Kabupaten Garut, Dede Kusdinar. Ia menilai pembangunan konektivitas perlu menjangkau jalan produksi yang menjadi akses penting bagi masyarakat, khususnya petani.
Menurut Dede, kebutuhan tersebut sejalan dengan kesepakatan Pemerintah Daerah Provinsi Jawa Barat dan DPRD Jabar terkait Rancangan Kebijakan Umum Anggaran (KUA) serta Prioritas Plafon Anggaran Sementara (PPAS) Tahun Anggaran 2027. Salah satu arah pembangunan yang menjadi perhatian adalah pemenuhan layanan dasar dan penguatan konektivitas wilayah.
Jalan Produksi Jadi Akses Penting Petani
Dede mengatakan kebutuhan terhadap jalan produksi muncul dari hasil monitoring di sejumlah wilayah Kabupaten Garut melalui kegiatan pengawasan pemerintahan. Masyarakat berharap pembangunan infrastruktur tidak hanya menyasar jalan utama, tetapi juga akses yang digunakan untuk menunjang kegiatan produksi.
Hal tersebut dinilai penting karena Kabupaten Garut merupakan salah satu daerah pemasok hasil pertanian di Jawa Barat. Berbagai komoditas pertanian dari wilayah tersebut didistribusikan ke sejumlah daerah sehingga kelancaran akses dari sentra produksi menjadi bagian penting dalam rantai distribusi.
Jalan produksi yang memadai dapat membantu masyarakat mengangkut hasil pertanian dari lahan menuju lokasi pengumpulan maupun pasar. Kondisi jalan yang baik juga dapat mendukung efisiensi distribusi dan aktivitas ekonomi masyarakat.
Dede Kusdinar Minta Infrastruktur Menjangkau Desa
Menurut Dede, pembangunan konektivitas perlu melihat jaringan jalan secara menyeluruh. Mulai dari jalan nasional, provinsi, kabupaten dan kota, hingga jalan desa, seluruhnya perlu berada dalam kondisi mantap.
Kebutuhan tersebut menjadi tantangan tersendiri bagi Kabupaten Garut yang memiliki wilayah cukup luas. Karena itu, penyelesaian kebutuhan infrastruktur jalan membutuhkan pembagian peran antara pemerintah kabupaten dan pemerintah provinsi.
Dede menilai skema pendanaan bersama dapat menjadi salah satu solusi agar pembangunan jalan produksi tidak sepenuhnya bergantung pada kemampuan anggaran pemerintah daerah. Sinergi tersebut juga dapat mempercepat penanganan ruas jalan yang menjadi akses penting bagi aktivitas masyarakat.
Konektivitas Harus Diikuti Kualitas Jalan
Dede menekankan percepatan pembangunan infrastruktur tidak boleh mengabaikan kualitas. Jalan yang dibangun harus mampu memberikan manfaat dalam jangka panjang dan mendukung aktivitas masyarakat secara berkelanjutan.
Menurutnya, konektivitas wilayah pada akhirnya bukan hanya tentang tersambungnya satu kawasan dengan kawasan lain. Infrastruktur tersebut harus mampu memperlancar akses masyarakat terhadap pusat ekonomi, sekaligus mendukung pergerakan hasil produksi dari daerah menuju pasar.
Dengan masuknya konektivitas sebagai bagian dari arah pembangunan Jabar 2027, Dede berharap kebutuhan infrastruktur di tingkat desa, termasuk jalan produksi di Kabupaten Garut, dapat memperoleh perhatian dalam implementasinya.




