gerindrajabar.id — Pengembangan usaha perikanan di Kabupaten Garut dinilai perlu diperluas hingga pengolahan dan pemasaran produk. Selain mendukung nelayan dan pembudidaya ikan, langkah ini diharapkan membuka peluang usaha bagi pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) sekaligus meningkatkan pendapatan masyarakat.
Anggota Komisi II DPRD Jawa Barat dari Fraksi Partai Gerindra daerah pemilihan Kabupaten Garut, Dede Kusdinar, menyampaikan bahwa potensi perikanan dan kelautan perlu didukung dengan sarana serta prasarana yang memadai. Menurutnya, pengembangan sektor ini tidak cukup hanya mengandalkan hasil tangkapan laut dan budidaya ikan air tawar.
Aspirasi mengenai kebutuhan tersebut disampaikan masyarakat dalam kegiatan pengawasan penyelenggaraan pemerintahan yang berlangsung pada pertengahan Oktober 2026. Para pelaku usaha berharap dukungan pemerintah dapat membantu usaha perikanan berkembang dan memberikan manfaat ekonomi yang lebih luas.
Penyimpanan Ikan dan Pengolahan Hasil Perikanan
Dede menjelaskan, salah satu kebutuhan yang disampaikan pelaku usaha adalah fasilitas penyimpanan ikan berkapasitas besar, yakni sekitar lima ton. Sarana tersebut diharapkan membantu penyimpanan hasil perikanan agar pengelolaannya lebih baik.
Selain fasilitas penyimpanan, masyarakat juga mengharapkan dukungan untuk mengembangkan usaha pengolahan ikan. Upaya ini menjadi bagian dari hilirisasi, yakni memperluas pemanfaatan hasil perikanan menjadi produk yang memiliki nilai tambah.
“Pengembangan usaha perikanan dan kelautan di Kabupaten Garut juga harus menyentuh pembuatan produk olahan dari bahan baku ikan,” kata Dede.
Menurutnya, pengolahan hasil perikanan dapat membuka peluang usaha baru sekaligus memperluas pilihan produk yang dipasarkan. Dengan demikian, aktivitas ekonomi tidak berhenti pada penangkapan ikan di laut atau budidaya ikan air tawar.
UMKM Olahan Ikan Perlu Diperkuat
Kabupaten Garut memiliki potensi perikanan yang beragam. Selain usaha penangkapan ikan laut di kawasan pantai dan pesisir, budidaya ikan air tawar juga berkembang di daerah tersebut.
Potensi ini dapat dimanfaatkan untuk memperkuat UMKM yang mengolah ikan menjadi produk pangan. Salah satu jenis produk yang disebut Dede adalah abon berbahan dasar ikan air tawar maupun ikan laut.
Keberadaan UMKM pengolahan ikan dinilai penting karena dapat memperluas pemanfaatan hasil tangkapan dan budidaya. Produk olahan juga berpotensi menjangkau pasar yang berbeda dari penjualan ikan segar.
Karena itu, dukungan kepada pelaku UMKM diperlukan agar usaha pengolahan dapat berkembang secara berkelanjutan. Fasilitasi yang tepat diharapkan membantu pelaku usaha meningkatkan kapasitas produksi dan memperluas pemasaran.
Perluasan Pasar Diharapkan Tingkatkan Pendapatan
Dede menilai pengembangan usaha perikanan perlu dilakukan secara menyeluruh, mulai dari penyediaan fasilitas penyimpanan hingga pengolahan dan pemasaran produk. Rantai usaha yang lebih kuat diharapkan memberikan manfaat bagi berbagai pihak, termasuk nelayan dan pembudidaya ikan.
Perluasan pasar produk olahan juga dapat membuka kesempatan bagi UMKM untuk meningkatkan penjualan. Ketika pemanfaatan hasil perikanan semakin beragam, peluang ekonomi bagi masyarakat yang menggantungkan penghasilan pada sektor tersebut diharapkan ikut berkembang.
“Melalui peningkatan pendapatan, tentunya juga dapat meningkatkan kesejahteraan bagi para pelaku usaha perikanan,” ujar Dede.
Dorongan tersebut menempatkan hilirisasi sebagai salah satu aspek penting dalam pengembangan sektor perikanan dan kelautan di Kabupaten Garut. Dukungan sarana, penguatan UMKM, serta perluasan pemasaran diharapkan dapat membantu potensi perikanan daerah memberikan nilai tambah bagi perekonomian masyarakat.




