Menko PMK Sugiono memimpin rapat koordinasi percepatan rehabilitasi dan rekonstruksi pascabencana di Aceh dan Sumatra. Kementerian dan lembaga diminta segera menjalankan program yang telah memperoleh alokasi anggaran.
JAKARTA — Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Menko PMK) Sugiono mendorong percepatan rehabilitasi dan rekonstruksi wilayah terdampak bencana di Aceh dan Sumatra. Ia meminta kementerian dan lembaga yang telah memperoleh alokasi anggaran untuk segera melaksanakan pekerjaan pemulihan.
Arahan tersebut disampaikan Sugiono saat memimpin rapat koordinasi tingkat menteri di Kantor Kemenko PMK, Jakarta, Selasa (27/10/2026). Sugiono juga merupakan Sekretaris Jenderal DPP Partai Gerindra.
Sugiono Dorong Pemulihan Pascabencana Sumatra
Dalam keterangan resmi Kemenko PMK, Sugiono menekankan perlunya langkah di lapangan agar program rehabilitasi dan rekonstruksi dapat segera berjalan. Program tersebut mencakup pekerjaan fisik maupun pemulihan sosial.
Percepatan pelaksanaan diharapkan membantu masyarakat terdampak kembali menjalankan aktivitasnya. Kementerian dan lembaga terkait diminta menjalankan pekerjaan sesuai alokasi anggaran yang telah diterima.
Pemulihan Mata Pencaharian dan Infrastruktur
Selain pembangunan fisik, rapat juga menyoroti pemulihan mata pencaharian masyarakat. Perbaikan lahan pertanian dan tambak menjadi perhatian karena berkaitan dengan kegiatan ekonomi warga di wilayah terdampak.
Sugiono turut mendorong percepatan penanganan sungai dan muara sebagai bagian dari upaya mengurangi risiko bencana berulang. Langkah tersebut dibahas bersama kebutuhan penyelesaian pekerjaan pemulihan lainnya.
Hasil evaluasi dan langkah percepatan yang dirumuskan dalam pertemuan akan dilaporkan kepada Presiden Prabowo Subianto untuk memperoleh arahan lebih lanjut.
Baca juga Prasetyawati Dorong Evaluasi Tata Ruang untuk Cegah Bencana di Jawa Barat
Solidaritas untuk Masyarakat Terdampak
Perhatian terhadap pemulihan pascabencana mengingatkan pentingnya kerja bersama untuk membantu masyarakat kembali bangkit. Pemulihan tidak hanya berkaitan dengan perbaikan fasilitas, tetapi juga dengan kesempatan warga untuk kembali bekerja dan menjalankan kehidupan sehari-hari.
Bagi masyarakat Jawa Barat, peristiwa ini juga menjadi pengingat pentingnya solidaritas antardaerah serta kesiapsiagaan menghadapi bencana.




